Bahar Buasan Minta KLHK Turun Tangan Atasi Pencemaran Lingkungan di Babel

Komite II DPD RI mencatat ada banyak permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan yang harus segera ditindaklanjuti oleh KLHK.

Bahar Buasan Minta KLHK Turun Tangan Atasi Pencemaran Lingkungan di Babel
Bangka Pos
Bahar Buasan Minta KLHK Turun Tangan Atasi Pencemaran Lingkungan di Babel 

BANGKAPOS.COM --  Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil Bangka Belitung, Bahar Buasan beserta meminta agar Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) turun langsung dan menindaklanjuti permasalahan lingkungan hidup di daerah. Sebab, pencemaran lingkungan di daerah sudah titik kritis.

“Mereka harus melihat langsung bagaimana sebenarnya kondisi hutan dan lingkungan hidup di daerah agar ada persepsi yang sama dengan masyarakat di daerah. Masyarakat di daerah sangat mengharapkan kementerian kehutanan memberikan kebijakan yang berpihak kepada daerah,” ucap Bahar.

Komite II DPD RI mencatat ada banyak permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan yang harus segera ditindaklanjuti oleh KLHK. Banyak perusahaan-perusahaan dianggap yang belum memikirkan dampak terhadap lingkungan sekitarnya.

“Kebanyakan PR terkait lingkungan hidup ini diakibatkan oleh perusahaan-perusahaan yang tidak mematuhi aturan. Menyebabkan pencemaran lingkungan dan berimbas kepada masyarakat sekitar. Ini yang menjadi salah satu poin penting yang kami sampaikan tadi,” kata Senator asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

Salah satu permasalahan dari masyarakat terkait lingkungan terjadi di Provinsi Bangka Belitung. Senator asal Bangka Belitung, Bahar Buasan, menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan Hutan Tanam industri (HTI) di Kecamatan Sijuk Kabupaten, meresahkan masyarakat.

Keberadaan HTI ini masih menimbulkan kontra dari masyarakat di sekitarnya. Dirinya meminta agar masalah tersebut segera diselesaikan karena berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat.

“Perusahaan tetap bergerak untuk melakukan land clearing dari tanah tersebut, sedangkan masyarakat mengklaim tanah itu akan menjadi milik masyarakat untuk dipergunakan,” ujar Bahar.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved