Kerjasama Pendidikan dengan Universitas di Taiwan tidak menyalahi aturan.

Institusi pendidikan tinggi baik negeri atau swasta diperbolehkan melakukan kerjasama dengan universitas manapun di dunia

Kerjasama Pendidikan dengan Universitas di Taiwan tidak menyalahi aturan.
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Dinas Pendidikan Babel, M. Soleh. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, M. Soleh mengatakan, pihaknya telah memenuhi undangan dari Kementerian Dalam Negeri terkait pembahasan isu-isu dalam pelaksanaan kerjasama pendidikan dengan Universitas di Taiwan.

Pertemuan dihadiri oleh Direktur Polmanbabel, Sugeng, Kepala Kantor Urusan Internasional Polmanbabel, Dedy Ramdhani, perwakilan Biro Pemerintahan Bangka Belitung, perwakilan Kementerian Luar Negeri, perwakilan Kemenristekdikti, dan Kemennaker yang membahas tentang legalitas program Industry Academia Collaboration yg dikeluarkan oleh pemerintah Taiwan, kondisi perserta program asal Bangka Belitung di Taiwan, aspek hukum dan legalitas di Indonesia, dan perizinan.

Soleh menyebutkan, diskusi dipimpin oleh Pak Arif selaku kepala Bidang Kerjasama Kemendagri.

"Kepala KUI Polmanbabel, dalam keterangannya menjelaskan kepada peserta rapat tentang program Industry Academia Collaboration yang saat ini ada di Taiwan. Beliau menjelaskan bahwa melalui program ini pemerintah Taiwan membuka akses seluas-luasnya kepada negara-negara yg berada di selatan negara ini seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Australia, New Zealand, Laos, India, Pakistan, Mesir termasuk ke Indonesia," kata Soleh melalui rilis yang diterima Bangka Pos, Minggu (18/11/2018).

Lebih lanjut, Soleh menyampaikan kebijakan baru Taiwan tersebut dikenal dengan New Southbound Policy.

Melalui kebijakan luar negeri baru ini, membuka kesempatan di bidang pendidikan yakni dengan memperkenalkan program dengan sistem pendidikan baru yang dikenal dengan Industry Academia Collaboration.

Sistem ini, menggabungkan kegiatan perkuliahan dan magang industri.

Sehingga sistem pendidikannya mirip dengan pendidikan vokasi di Indonesia dimana kegiatan praktik termasuk magang kerja dilakukan di Industri dengan persentase 70% dan teori 30%.

"Setelah melakukan benchmarking dengan konselor pendidikan MoE Taiwan di Taiwan, beliau menerangkan dengan sistem ini para mahasiswa diharapkan dapat menyenyam pendidikan S1 di universitas-universitas di Taiwan. Kemudian terbiasa pula dengan ritme dan kondisi sebenarnya ketika magang di perusahaan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Soleh menyebutkan, Direktur Polmanbabel, Sugeng Ariyono, juga menjelaskan dengan 70% kegiatan pendidikan dilakukan di perusahaan atau industri akan menjadikan mahasiswa terampil, disiplin, memiliki sikap kerja yg baik, seperti yang dibutuhkan oleh setiap perusahaan.

Halaman
123
Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved