Beltim Deklarasi Menuju Kabupaten Layak Anak

Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ditunjukan sebagai tempat pelaksanaan Konferensi Anak Indonesia (KAI) ke-XV 2018.

Beltim Deklarasi Menuju Kabupaten Layak Anak
Bangka Pos / Suharli
Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza (tengah) bersama Sesmen KPPPA Pribudiarta N Sitepu (Kanan) dan Ketua umum Komnas perlindungan Aris Merdeka Sirait (kiri) saat menuju GOR Damar, Selasa (20/11/2018) 

Laporan Wartawan Pos Belitung Suharli

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR - Kabupaten Belitung Timur (Beltim) ditunjukan sebagai tempat pelaksanaan Konferensi Anak Indonesia (KAI) ke-XV 2018.

Hal ini juga bertepatan dengan peringatan hari anak internasional yang diperingati setiap 20 November.

Bertempat di GOR Damar, Beltim ratusan anak-anak dari berbagai bagai Kabupaten kota dan provinsi turut hadir menyemarakkan KAI XV 2018, pada Selasa (20/11/2018).

Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza menyampaikan suatu kebanggaan bagi negeri laskar pelangi ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan KAI.

"Kabupaten Beltim merupakan satu diantara Kabupaten yang berinisiatif untuk mengembangkan kepedulian terhadap anak, dengan membentuk mendeklarasikan satgas anak 31 Mei 2017, melalui gerakan "Sekampong ngejage anak," ucap Yuslih.

Sementara itu ketua panitia KAI ke-XV 2018, Yeni Srihartati juga menjelaskan dalam konferensi ini pemkab Beltim juga sekaligus mendeklarasikan Kabupaten Beltim, menuju Beltim Kabupaten layak anak, termasuk pengukuhan satgas teman anak.

Yang mana satgas anak ini akan menjadi tulang punggung untuk pemkab memenuhi indikator Kabupaten layak anak .

"Tahun lalu kita juga pernah pencanangan untuk gerakan "sekampong menjaga anak", jadi kami memulai Kabupaten layak anak dari bawah, yakni dari desa," ujar Yeni.

Yeni mengakui kendala selama ini yakni pengawalan di desa itu butuh anggaran yang cukup besar. Selama ini Dinsos sendiri sudah mengkomunikasikan agar kegiatan perlindungan anak ini juga dapat dibiayai dari APBDES.

"Kebetulan dana desa itu juga prioritas itu satu diantarnya perlindungan anak jadi sebenarnya sudah sejalan sudah harmoni dengan kebijakan pemerintah untuk perlindungan anak dan perempuan, dan ini pun sudah berjalan,semenjak dideklarasikan 2017 lalu" ujar Yeni.(*)

Penulis: Suharli
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved