Crisis Center Lion Air JT-610 Dihentikan Setelah Proses Identifikasi Jenazah Selesai

Hingga minggu (18/11) lalu, jenazah dari Babel yang sudah dipulangkan sebanyak 33 korban dari tragedi Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang.

Crisis Center Lion Air JT-610 Dihentikan Setelah Proses Identifikasi Jenazah Selesai
Bangkapos/Yudha Palistian
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Danang Priandoko (Kiri) dan Executive General Manager Angkasa Pura II, Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Chuanda (Kanan). 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM -- Executive General Manager Angkasa Pura II, Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Chuanda, mengatakan crisis center Lion Air JT-610 akan tetap terus ada hingga proses identifikasi jenazah dari Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri Kramat Jati selesai dilakukan.

"Crisis center Lion Air JT-610 akan tetap terus ada, hingga proses identifikasi selesai dilakukan dari pusat," paparnya kepada bangkapos.com di Bandara Depati Amir Pangkalpinang.

Senada dengan itu,  Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang,  Danang Priandoko,  menuturkan hal serupa Crisis Center Lion Air JT-610 di Bandara Depati Amir Pangkalpinang akan tetap ada hingga proses identifikasi jenazah selesai.

"Tentunya setelah semuanya selesai dahulu serta mengikuti sesuai arahan dan izin dari Gubernur Babel, maka akan tetap ada hingga proses identifikasi selesai," jelasnya kepada bangkapos.com di Crisis center,  Senin (20/11/2018).

Ia juga menambahkan hingga minggu (18/11) lalu, jenazah dari Babel yang sudah dipulangkan sebanyak 33 korban dari tragedi Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang.

"Kita tidak tahu juga, entah sampai kapan proses Tim DVI RS Polri melakukan identifikasi korban sebab tidak memiliki batas waktu," pungkas Danang. 

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved