Lahan Pemakaman Jadi Persoalan yang Riskan di Pangkalpinang, Ini Alasannya

sebelumnya Pemkot juga sudah menyiapkan lahan pemakaman di daerah Kampak, namun juga banyak penolakan karena daerah itu daerah

Lahan Pemakaman Jadi Persoalan yang Riskan di Pangkalpinang, Ini Alasannya
Bangkapos/Edwardi
Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Achmad Subari 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Achmad Subari mengatakan persoalan lahan pekuburan atau TPU (Tempat Pemakaman Umum) di Kota Pangkalpinang merupakan persoalan yang riskan, karena saat ini lokasi TPU yang ada sudah penuh.

"Untuk rencana lokasi di belakang Lapas Tua Tunu atau daerah Gandaria yang diprotes warga itu sebenarnya pencanangannya sudah lama, bukan baru sekarang. Semenjak jaman Walikota Rusman Djohan, Sopyan Rebuin ini sudah dicanangkan," kata Accu, sapaan akrab Achmad Subari, Kamis (22/11/2018).

Ditambahkannya, sebelumnya Pemkot juga sudah menyiapkan lahan pemakaman di daerah Kampak, namun juga banyak penolakan karena daerah itu daerah resapan air.

"Pemerintah memang berkewajiban menyiapkan lahan pemakaman makanya saat Walikota Irwansyah itu ada keinginan untuk menetapkan kawasan di belakang LP Tua Tunu sebagian lahan untuk pemakaman, warga-warga yang tinggal disana adalah warga baru yang notabene dari awal tidak tahu masalah ini sudah lama disiapkan untuk lahan pemakaman," jelasnya.

Dilanjutkannya, keterbatasan lahan pemakaman ini diharapkan ada lahan baru, makanya saat reses kami meminta tolong bantu juga pemerintah bila ada lahan yang mau dibebaskan tolong disampaikan siapa tau nanti bisa dianggarkan untuk pembebasannya diperuntukkan bagi lahan pemakaman.

" Jangan sampai nanti setelah ditetapkan lalu berubah lagi, jadi sangat riskan saat ini, seperti pemakaman di Bukit Lama dulu luas sekarang sudah penuh, di Kacang Pedang kondisinya juga sudah mengkhawatirkan, jalan mentok juga sudah penuh dan tidak memungkinkan lagi untuk diluaskan.

Paling tidak apakah TPU Parit Lalang, Semabung yang mungkin masih ada sedikit lahan. Di Ampui, Gabek juga sudah sangat mengkhawatirkan," ungkapnya.

Ditambahkannya, sekarang ini kita coba untuk mempersiapkan atau menetapkan kawasan itu jadi lahan pemakaman

"Kita berharap masyarakat tahu lah kenapa pemerintah menetapkan itu karena kondisi keterbatasan lahan di Kota Pangkalpinang," ujarnya.

Dilanjutkannya, soal usulan menyewa lahan.pemakaman dengan kabupaten lain, bisa saja dilakukan namun hal ini bisa menimbulkan biaya.

Bila dibilang sanggup mungkin sanggup tapi kita bisa dibilang mengorbankan hal lainnya.

"Kembali ke masyarakatnya apakah nanti sanggup bila dikenakan berbagai biaya untuk pemakaman ini, biaya perawatan dan lainnya.

Kita harapkan pengertian masyarakat karena lahan yang disiapkan di belakang LP itukan untuk masyarakat dari beberapa kecamatan, kawasan ini juga tidak semuanya dijadikan pemakaman hanya sebagian," jelasnya.

Penulis: edwardi
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved