Lion Air Jatuh

26 Hari Menanti Dona Dekap Erat Peti Jenazah Suaminya

Suroto mengatakan syukur tiada hentinya setelah 26 hari dari kejadian itu akhirnya jenazah anaknya itu teridentifikasi dan dapat dimakamkan

26 Hari Menanti Dona Dekap Erat Peti Jenazah Suaminya
Bangka Pos/Krisyanidayati
Dona mendekap jenazah suaminya saat di Crisis Center Depati Amir, Sabtu (24/11/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM - Setelah 26 hari menanti proses pencarian dan identifikasi, akhirnya Dona tak mampu membendung kesedihannya menatap peti jenazah suaminya, Rangga Adiprana yang telah ditutup dengan Bendera Merah Putih di Posko Crisis Center Depati Amir Pangkalpinang, Sabtu (24/11/2018).

Rangga menjadi salah satu dari 189 penumpang yang pesawat nahas Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Tanjung Kerawang pada 29 Oktober lalu.

Usai menerima dokumen administrasi dari Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, Dona mendekap erat peti jenazah suaminya. Berkali-kali ia seperti melafalkan kata-kata dalam diamnya. Air mata tak henti-hentinya mengaliri pipi wanita yang mengenakan pakaian serba hitam.

Tak hanya dirinya, dua buah hatinya turut mendekati peti jenazah ayahnya. Putri pertama pasangan Rangga dan Dona menggenggam erat foto sayang ayah, menangis sejadi-jadinya diatas peti jenazah.

Sepanjang prosesi penyerahan jenazah, Eva tak henti-hentinya menangis dibalik bingkai foto sang ayah. Keluarga dan ibunya terus menguatkan dirinya.

Ditinggal selamanya oleh keluarga tercinta, bukanlah hal yang mudah. Kesedihan mendalam akan selalu membekas.

Ibu dari Rangga juga pingsan usai menyaksikan penyerahan dokumen jenazah dan dilarikan ke posko kesehatan di Crisis Center Depati Amir.

Ayah Rangga Adiprana, Suroto mengatakan syukur tiada hentinya setelah 26 hari dari kejadian itu akhirnya jenazah anaknya itu teridentifikasi dan dapat dimakamkan oleh keluarga.

"Alhamdulillah hari ke 26 almarhum anak kami dapat teridentifikasi, terimakasih kepada Allah sehingga jenazah dapat dimakamkan di kediaman. Kami atas nama keluarga mengucap terima kasih pemda, pihak tergabung dalam pencarian, identifikasi dan pemulangan jenazah," katanya dalam sambutan mewakili keluarga korban.

Ia berharap keluarga korban yang ditinggalkan termasuk keluarganya, dapat menerima cobaan ini dengan penuh kesabaran dan ketabahan.

"Kepada keluarga yang ditinggalkannya, temasuk kami, semoga kita semua diberikan kekuatan iman dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini, karena ini takdir Allah kita harus menerima seikhlasnya agar almarhum dapat diterima di sisi Allah," pintanya. 

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved