Jenazah Turis Amerika yang Tewas Dipanah Suku Sentinel Tidak Bisa Diambil, Ahli Sarankan Hal Ini

Seorang turis dari Amerika Serikat tewas setelah dipanah oleh para penduduk asli suku Sentinelese

Jenazah Turis Amerika yang Tewas Dipanah Suku Sentinel Tidak Bisa Diambil, Ahli Sarankan Hal Ini
theaustralian.com.au
Jenazah turis yang dipanah di Sentinel tidak bisa diambil 

BANGKAPOS.COM -- Seorang turis dari Amerika Serikat tewas setelah dipanah oleh para penduduk asli suku Sentinelese.

Jenazah turis bernama John Allen Chau ini kemungkinan tidak akan bisa diambil dari Pulau Sentinel Utara, Kepulauan Andaman, India. Chau tewas karena terkena anak panah dari suku Sentinel, suku asli yang mendiami pulau itu.

Meski begitu, kematian Chau tidak bisa dibawa ke jalur hukum dan keluarganya tidak bisa menuntut atas kejadian ini.

Suku Sentinel adalah suku yang dilindungi pemerintah India dan sebetulnya sudah ada larangan agar siapa saja tidak mengunjungi Pulau Sentinel Utara.

John Allen Chau, misionaris Amerika yang mati dipanah Suku Sentinel di Kepulauan Andaman, India.

Instagram/John Allen Chau
John Allen Chau, misionaris Amerika yang mati dipanah Suku Sentinel di Kepulauan Andaman, India.

Chau datang secara ilegal dan menumpang kapal nelayan yang ia bujuk agar mau memberinya tumpangan ke Sentinel Utara.

//

Suku ini diyakini sebagai suku pra-neolitik terakhir di dunia yang masih mempraktikkan cara hidup berburu dan meramu.

Selain itu, mereka sangat sensitif terhadap kehadiran orang asing sehingga akan sangat sulit untuk mendatangi pulau dan mengambil jasad Chau.

Apalagi ada kendala bahasa juga dan tidak ada yang memahami bahasa yang digunakan suku Sentinel.

BACA SELENGKAPNYA DI SINI

Editor: tidakada023
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved