Ahmad Dhani Bingung Dituntut 2 Tahun, Sebut Tuntutan Balas Dendam Sama Dengan Ahok

Musikus Ahmad Dhani merasa bingung setelah dituntut dua tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) atas kasus ujaran kebencian yang menjeratnya.

Ahmad Dhani Bingung Dituntut 2 Tahun, Sebut Tuntutan Balas Dendam Sama Dengan Ahok
Kompas.com/Tri Susanto Setiawan
Ahmad Dhani dalam wawancara setelah menjalani sidang kasus ujaran kebencian yang beragendakan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/11//2018). 

BANGKAPOS.COM - Ahmad Dhani dituntut dua tahun masa penjara oleh jaksa penuntut umum.

Proses persidangan yang dilaksanakan hari ini, Senin (26/11/2018) digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pentolan band Dewa 19 itu diduga melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

"Menjatuhkan terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo dengan hukuman penjara selama dua tahun," ujar jaksa dalam pembacaan tuntutannya.

Dilansir dari Kompas.com, Senin (26/11/2018), berikut bukti yang disita oleh jaksa terkait kasus ujaran kebencian yang menjerat Ahmad Dhani.

Jaksa meminta majelis hakim untuk menyita barang bukti berupa satu buah flash disk berisi screenshoot twit akun Twitter @AHMADDHANIPRAT, satu handphone berikut simcard, akun Twitter @AHMADDHANIPRAST beserta email untuk disita dan dimusnahkan.

Dhani mengakui menulis satu dari tiga cuitan yang diperkarakan, yakni cuitan yang diunggah Dhani pada 6 Maret 2017.

Cuitan itu berbunyi: "Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi muka nya - ADP".

Tapi, Ahmad Dhani membantah menulis dua cuitan lain yang diunggah pada 7 Februari 2017 dan 7 Maret 2017.

Cuitan di tanggal 7 Februai ditulis oleh Fahrul Fauzi Putra, yang merupakan salah satu tim sukses Ahmad Dhani di Pilkada Kabupaten Bekasi.

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved