Nambang Tanpa Izin di Batu Belubang, Jago Jalani Sidang Perdana

Jago pun dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang RI No 04 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara jo

Nambang Tanpa Izin di Batu Belubang,  Jago Jalani Sidang Perdana
Bangkapos/Yudha Palistian
Para keluarga menyaksikan para terdakwa yang baru tiba di Pengadilan Negeri Pangkalpinang digiring menuju ruang sidang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ahmad Yani alias Jago harus mengikuti sidang perdananya di Pengadilan Negeri Pangkalpinang karena terbukti melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK di Perairan Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah,  Selasa (27/11/2018).

Terlihat dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, terdakwa yang turun dari mobil tahanan lalu digiring menuju ruang sidang serta tak ada senyuman yang keluar dari wajahnya.

Jago pun dijerat dengan  Pasal 158 Undang-Undang RI No 04 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP terancam paling lama 10 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU),  Ahmad Risol,  mengatakan dalam Surat dakwaan yang dibacakan dalam persidangan kejadian bermula pada bilan agustus 2018 lalu.

"Lalu anggota Direktorat Polair Kepulauan Babel dengan menggunakan sarana Kapal Patroli berangkat bersama-sama melakukan patroli ke Perairan Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah," ungkapnya.

Ia menambahkan,  mereka mendapati satu unit ponton TI Apung Rajuk yang sedang melakukan kegiatan penambangan pasir timah lalu seberat empat kilogram timah ditemukan yang berada diatas sakan.

Selanjutnya para pihak kepolisian langsung mengamankan terdakwa.

Sidang pun akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan dari JPU. (*)

Penulis: Yudha Palistian
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved