39 WNA Dideportasi, Imigrasi Anggap Kesalahan Administrasi

Sejumlah WNA atau TKA itu oleh petugas atau tim langsung dibawa ke kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang guna dilakukan pemeriksaan

39 WNA Dideportasi, Imigrasi Anggap Kesalahan Administrasi
BANGKAPOS/Ryan
Kasi Teknologi & Informasi/Humas Kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang, Iqbal Rifai. 

BANGKAPOS.COM  - Setelah sebelumnya telah mendeportasi sedikitnya 28 warga negara asing (WNA) asal Thailand namun pihak kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang kembali melakukan hal serupa terhadap 9 orang WNA Thailand lainnya guna dipulangkan ke negara asalnya.

Bahkan baru-baru ini 2 orang WNA asal negara Cina pun dideportasi pula oleh pihak Imigrasi Kelas I Pangkalpinang. Sejumlah WNA (Thailand & Cina) itu merupakan para tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di sejumlah kapal isap produksi (KIP) di perairan Sungailiat, Kabupaten Bangka & Penganak, Kabupaten Bangka Barat namun sejumlah TKA itu dianggap melanggar undang-undang keimigrasian.

"Semua WNA itu sudah kita lakukan deportasi ke negara asal mereka. Semula total WNA yang kita tangkap itu total ada 37 orang namun ada tambahan lagi 2 orang WNA asal negara Cina baru-baru ini kita deportasi ke negara asalnya," kata Kepala kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang, Aris Yuliansyah melalui Kasi Teknologi & Informasi/Humas kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang, Iqbal Rivai, Selasa (28/11/2018).

Saat disinggung soal bagaimana tindakan atau sanksi hukum terhadap pihak-pihak terkait khususnya para pejamin WNA oleh pihaknya dalam penanganan kasus para WNA bermasalah tersebut lantaran sejumlah WNA asal Thailand & Cina itu kini telah dideportasi.

Padahal sebelumnya ia sendiri sempat mengungkapkan terkait kasus WNA jika terbukti melanggar undang-undang keimigrasian maka menurutnya tak cuma WNA dikenakan sanksi deportasi namun para penjamin WNA itu pun terancam dijerat sanksi pidana, hal itu sebagaimana diatur dalam pasal 27 UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman pidana penjara selama 5 tahun dan denda maksimal Rp 500 juta.

Namun jeratan sanksi pidana terhadap para penjamin WNA (Thailand & Cina) tersebut tidaklah demikian, ironisnya pihak kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang justru terkesan memberikan 'kelonggaran' terhadap para penjamin WNA tersebut dengan dalih cuma pelanggaran administratif.

"Untuk pihak penjamin sementara baru ditemukan pelanggaran administratif," katanya.

Kembali disinggung kembali seperti apakah sanksi administratif ditetapkan oleh pihaknya terhadap para penjamin WNA tersebut namun sayangnya Iqbal tak memberikan penjelasan lebih detil mengenai hal itu.

"Kalau untuk penjamin, selama belum ditemukan tindak pidana keimigrasian belum bisa dikenakan sanksi," jelas Iqbal.

Sebagaimana berita yang pernah dilansir bangkapos.com sebelumnya disebutkan jika sejumlah WNA Thailand & Cina itu sempat diamankan oleh pihak Imigrasi Kelas I Pangkalpinang atau saat tim Intel Dakim dibawah pimpinan langsung Kepala kantor Imigrasi Kelas I Pangkalapinang (Aris Yuliansyah) sedang mekakukan pengawasan terhadap orang asing selama dua hari, Sabtu (11/11/2018) dan Minggu (12/11/2018) di wilayah perairan Sungailiat, Bangka & Penganak, Bangka Barat.

Dari hasil kegiatan pengawasan tersebut tim Imigrasi Kelas I Pangkalpinang saat itu pun berhasil mendapatkan sejumlah WNA asal Thailand & Cina diketahui merupakan pekerja di sejumlah KIP atau di bidang pertambangan pasir timah namun setah diselidiki sejumlah WNA tersebut tidak sesuai dengan posisi jabatan bekerja mau pun dugaan pelanggaran keimigrasian lainnya.

Selanjutnya sejumlah WNA atau TKA itu oleh petugas atau tim langsung dibawa ke kantor Imigrasi Kelas I Pangkalpinang guna dilakukan pemeriksaan oleh petugas Imigrasi secara intensif hingga akhirnya sebanyak 39 orang WNA itu terdiri dari 37 WNA asal Thailand dan 2 orang WNA asal Cina pun dideportasi ke negara masing-masing.

Penulis: ryan augusta
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved