Lada dan Uang Kertas Hanyut karena Banjir di Desa Payabenua, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

Akibat kejadian ini diperkirakan kerugian materil, sedikitnya mencapai puluhan juta rupiah.

Lada dan Uang Kertas Hanyut karena Banjir di Desa Payabenua, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta
IST/Kiriman Sekcam Ismir R
Kondisi pemukiman Warga di Desa Payabenua Mendobarat terendam air. Sedangkan Jembatan penghubung antara Desa Labu dengan Desa Kota Kapur roboh. Kondisi ini disebabkan karena air sungai meluap pasca hujan lebat, dua hari terakhir. 

BANGKAPOS.COM --  Banjir di Desa Payabenua Kecamatan Mendobarat Bangka, Rabu (28/11/2018), tak hanya merusak peralatan elektronik, namun benda lainnya. Hasil kebun berupa biji lada yang sedang direndam hanyut, begitu pula uang kertas di rumah terbawa air.

Warga juga merasa kehilangan berbagai jenis perhiasan. Akibat kejadian ini diperkirakan kerugian materil, sedikitnya mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala Desa (Kades) Payabenua, Mahzuni dikonfirmasi bangkapos.com Rabu (28/11/2018) menyatakan, air sungai meluap sejak Selasa (27/11/2018) petang. Kemudian hingga keesokan harinya, Rabu (28/11/2018) siang, genangan air masih terlihat, namun perlahan-lahan mulai surut.

"Ada puluhan rumah yang awalnya dimasuki air. Namun banjir yang paling parah melanda sekitar 17 rumah warga, masing-masing di Dusun 4 dan Dusun 7 ada sepuluh rumah. Sedangkan di Dusun 2 dan Dusun 3 ada tujuh rumah yang parah terendam air," kata Kades, memastikan total 17 rumah mengalami kerusakan serius.

Banjir mulai terjadi saat hujan lebat, Selasa (27/11/2018) sekitar Pukul 14.30 WIB petang kemarin. Ketika itu air hujan tak tertampung di saluran perkampungan di empat dusun tadi. Bahkan air sungai ikut meluap, disertai robohnya jembatan desa ini.

"Makanya menurut kami langkah ke depan perlu ditambah plat deker dan gorong-gorong agar tidak terjadi banjir lagi. Karena hampir setiap tahun saat hujan lebat, kondisi seperti ini selalu terjadi. Untuk kali ini Jembatan Aik Tengah Payabenua, jalan tembus ke Desa Tanah Bawah, yang roboh," katanya.

Sementara itu, warga mulai berbenah. Mereka mengangkut barang elektronik, seperti kulkas dan televisi untuk dijemur ke tempat tinggi agar cepat kering, termasuk kursi, kasur, guling dan bantal. "

Yang jelas banyak sahang (lada) rendaman warga yang hanyut. Bahkan ada uang kertas yang ikut terbawa air. Ada juga yang hilang perhiasan emas. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah," kata Kades 

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved