Breaking News:

Penerangan Jalan Umum Padam Warga Bisa Ajukan Pembelian Token ke Dinas PUPRP

Datang kesini token itu sudah kami siapkan. Kalau ada permintaan atau usulan kami ajukan ke bendahara

Ist
Penerangan Jalan Umum di Jalan Perumnas depan Pasar Kuliner Belinyu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Banyak warga yang mengeluhkan gelapnya lampu penerangan jalan, padahal Pemkab Bangka sudah memasang Penerangan Jalan Umum (PJU) di jalan-jalan utama.

Namun lampu jalan tersebut terkadang tidak menyala.

Bahkan baru-baru ini beberapa warga melalui ide kreatif mereka melakukan pengalangan dana untuk membeli token listrik dengan menjual kopi seperti yang dilakukan Pemilik Warkop Duo Beranak di Kecamatan Belinyu yang dimotori Andera. 

Hasil pembayaran kopi seikhlasnya yang dilakukan oleh Warkop Duo Beranak sebesar Rp 180.000 dibelikan token listrik untuk penerangan jalan di Jalan Perumnas depan Pusat Kuliner Belinyu.

Menanggapi aksi warga yang mengalang dana untuk pembelian token listrik menurut Plh Kabid Prasana Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Bangka Agung menjelaskan warga bisa datang ke Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Bangka untuk mengajukan usulan pembelian token listrik PJU.

"Datang kesini token itu sudah kami siapkan. Kalau ada permintaan atau usulan kami ajukan ke bendahara.

Ada orang PLN juga kemarin kesini kami koordinasi sudah kami jelaskan tolong sampaikan kepada kawan-kawan di Belinyu kalau ada masalah dengan token datang ke sini dengan membawa nomor id pelanggan langsung kami atasi ini kami ajukan bendaraha," jelas Agung yang juga menjabat sebagai Kasi  Prasana kepada bangkapos.com, Kamis (29/11/2018) di 

Diakuinya, memang tidak ada petugas untuk pengisian token di PJU yang dipasang oleh Pemkab Bangka karena personil mereka juga kurang. Untuk bidangnya sendiri dibagi dua yakni lalulintas dan prasarana. 

"Kalau kami sudah turun pengawasan di jalan, lalu lintas habis. Kami hanya 17 orang. Kami sering mengajukan usulan ke bupati untuk ditambah tenaga untuk PJU.

Untuk pengajuan kendaraan crane juga mungkin tahun depan baru terealisasi. Jadi kita terkendala di tenaga," ungkap Agung.

Diakuinya, banyak faktor yang menyebabkan padamnya PJU diantaranya kendala alam seperti rawan petir.  Jika komponen PJU sudah terkena petir pasti rusak.

Seperti di PJU Kelurahan Kenanga yang terkena petir karena jalan pusat, pihaknya melapor kepada Satker Jalan Nasional Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tetapi perlu proses perbaikan sehingga membutuhkan waktu. 

Selain itu terbatasnya masalah pendanaan untuk pemasangan dan pemeliharan PJU.

Untuk pemeliharaan PJU pada tahun 2018 ini hanya dianggarkan Pemkab Bangka sebesar Rp 200 juta.

Namun menurut Agung tahun 2019 nanti bisa dianggarkan lebih besar lagi untuk prasarana PJU. 

"Untuk tahun ini tidak dilaksanakan kaitannya dengan harga dollar. Harga pembelian terpapar harga dollar yang bisa mencapai Rp 15.000 makanya kami dak berani melaksanakannya," ungkap Agung.

Diakuinya pihaknya tidak berani melaksanakan jika ada kesalahan administrasi bisa fatal. 

Oleh karena itu lanjutnya, akan diadakan untuk proyek pemasangan PJU pada tahun 2019 nanti yakni 90 titik dengan dana sekitar Rp 2 milyar lebih di Jalan Jenderal Sudirman. 

Menurut Agung untuk interval pemasangan PJU di Jalan Jenderal Sudirman tersebut dari satu titik ke titik lainnya berjarak 50 meter sepanjang 4,5 kilometer, untuk pemasangan PJU konvensional sebesar Rp 2 milyar lebih dan PJU lingkungan sebesar Rp 2 milyar lebih.

Dana tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Bangka yang berasal dari partisipasi masyarakat di Kabupaten Bangka yang membayar Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 10 persen dari pembelian token listrik yang masuk ke kas daerah. 

"Memang selama ini yang dialokasikan ke PJU kecil. Insyaallah mulai tahun 2019 besar karena sudah komitmen dari kepala daerah," jelas Agung.

Disingung jarak PJU seperti di Kawasan Pekuburan Kemujan Sungailiat yang saling berdekatan menurut Agung, pemasangan PJU dari satu tiang ke tiang lain berjarak 50 meter yang mengikuti tiang PLN. 

Pemasangan PJU itu dipasang pada tahun 2017 lalu karena daerah tersebut dinilai rawan. 

"Jaraknya 50 meter kami pakai tiang PLN. Kayak tahun 2015 kalau tidak salah tiap ruas jalan hanya tiga atau empat lampu.

Ini kami pasang 10 minimal tujuh tiap ruas jalan. Idealnya untuk 1 KWh ada sekitar 10 atau 12 titik tetapi karena permintaan ruas jalan lain kita alihkan," terang Agung.

Diakuinya, karena keterbatas anggaran pihaknya belum bisa mengakomodir PJU secara keseluruhan tetapi pada tahun 2019 nanti ruas-ruas jalan di Kabupaten Bangka bisa terang. 

"Mulai tahun depan Insyaallah bulan Januari kalau misalkan di DPRD kita sudah ada langsung kami proses  lelang. Di atas Rp 200 juta kan lelang. Kami ajukanlah biar cepat," harap Agung.(Bangkapos/Nurhayati)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved