Pengadilan di Chicago Jadwalkan Sidang Perdana Kasus Kecelakaan Pesawat Lion Air PK LQP JT610

Sidang pertama terkait gugatan diajukan keluarga almarhum dr Rio Nanda Pratama terhadap The Boeing Company akan digelar pada tanggal 17 Januari 2019

Pengadilan di Chicago Jadwalkan Sidang Perdana Kasus Kecelakaan Pesawat Lion Air PK LQP JT610
Capture/Instagram/@hotmanparisofficial/Facebook/Lion Air Group
Hotman Paris mendatangkan pengacara dari Amerika untuk bantu korban Lion Air JT 610 

BANGKAPOS. COM, JAKARTA-- Sidang pertama terkait gugatan diajukan keluarga almarhum dr Rio Nanda Pratama terhadap The Boeing Company akan berlangsung pada tanggal 17 Januari 2019 pukul 09.00 pagi waktu setempat di Gedung Pengadilan Richard J. Daley di Chicago, Illinois, Amerika Serikat.

Adapun lokasi kantor pusat The Boeing Company juga berada di Illnois.

Dalam rillis, yang diterima bangkapos.com, Kamis (29/11), Curtis Miner dari firma hukum Colson Hicks Eidson mengatakan, bahwa timnya memulai proses pengadilan atas nama klien keluarga dari almarhum dr Rio Nanda Pratama.

"Kami akan meminta keterangan dari Boeing terkait dengan desain, proses pembuatan, dan keputusan pengujian pesawat 737 MAX 8. Bahkan kami pun mengantisipasi pengadilan akan memasuki tahap pemberian penjelasan pada bulan Januari 2019, dengan demikian keluarga mendiang dr. Pratama akan berhak memperoleh penjelasan dari Boeing.” ungkapnya.

Manuel von Ribbeck dari firma hukum Ribbeck Law Chartered (yang merupakan salah satu mitra yang tergabung dalam Grup Firma Hukum yang mengajukan gugatan) mengatakan, bahwa masih ada gugatan-gugatan lain yang akan diajukan dalam beberapa hari ke depan atas nama keluarga keluarga korban yang meminta kami untuk mewakili mereka pada pengadilan di Amerika Serikat.

"Banyak keluarga korban yang juga masih menunggu hasil identifikasi orang-orang tercinta yang menjadi korban jiwa dalam kecelakaan tersebut." ujar Team Legal Ribbeck Law, Colson Hicks Eidson, BartlettChen LLC dalam Press Briefing di Jakarta.

Manuel von Ribbeck menambahkan, sampai saat ini, lebih dari 50 keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 telah meminta untuk bertemu dengan kami.

Dimana menurut Manuel von Ribbeck, keluarga korban, semua menutut terungkapnya kebenaran dari tragedi yang memakan banyak korban jiwa ini.

"Para keluarga korban meminta kami untuk menghadirkan seorang ahli yang dapat ikut memantau penyelidikan kecelakaan udara tersebut. Mereka ingin penyelidikan ini bersifat terbuka dan publik. Bagi para keluarga korban, hasil akhir penyelidikan sangat penting untuk diumumkan kepada publik.” jelasnya.

Manuel von Ribbeck menambahkan, akan meminta para juri dalam pengadilan untuk menentukan kompensasi dengan nilai jutaan USD untuk keluarga korban.

Mengingat kata Manuel von Ribbeck, sebanyak 189 penumpang dan kru pesawat tewas dalam kecelakaan ini, jumlah total kompensasi yang akan diputuskan di pengadilan AS bisa mencapai hingga satu miliar dolar AS.

Halaman
123
Penulis: agusrya
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved