Pokja Jurnalis Bangka Selatan Gelar Workshop Jurnalistik

Pokja Jurnalis Basel memberikan edukasi tata cara penulisan berita, kode etik jurnaliatik dan citizen reporter TV.

Pokja Jurnalis Bangka Selatan Gelar Workshop Jurnalistik
bangkapos/Anthoni Ramli
Workshop Jurnalistik Tingkat Guru SMP se-Kabupaten Basel yang digelar Pokja Jurnalis Basel di Aula Kantor Disdikbud Basel, Rabu (28/11). 

BANGKAPOS.COM  --  Momentum HUT PGRI dan Hari Guru tahun ini dijadikan Kelompok Kerja (Pokja) Jurnalis Basel dengan menggelar Workshop Jurnalistik Tingkat Guru SMP se-Kabupaten Bangka Selatan.

Workshop berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bangka Selatan, Rabu (28/11) pagi. Workshop dihadiri dan dibuka Kepala Disdikbud Basel, Edy Supriyadi.

Pada kesempatan itu, Pokja Jurnalis Basel memberikan edukasi tata cara penulisan berita, kode etik jurnaliatik dan citizen reporter TV.

Adapun pembicara dan narasumber workshop tersebut diantaranya Ketua Pokja Jurnalis Basel Dedy Irawan (Rakyat Pos), Anthoni Ramli (Bangka Pos), Eko Septianto Raysim (Kantor Berita Antara) dan Astoni (TVRI).

Sementara acara dimoderatori, Wiwin Suseno (Basel Pos), Dokumentasi Martono (Berita Bangka), Putra Novandra (Laspela), Rawizar Errer (Babel Pos) dan Romi (Wow Babel).

Edy menuturkan, kegiatan workhsop jurnalistik tersebut merupakan suatu hal yang positif karena dapat memberikan edukasi kepada pihak sekolah melalui guru dalam sebuah karya tulisan.

Workshop Jurnalistik Tingkat Guru SMP se-Kabupaten Basel yang digelar Pokja Jurnalis Basel di Aula Kantor Disdikbud Basel, Rabu (28/11).
Workshop Jurnalistik Tingkat Guru SMP se-Kabupaten Basel yang digelar Pokja Jurnalis Basel di Aula Kantor Disdikbud Basel, Rabu (28/11). (bangkapos/Anthoni Ramli)

"Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal membangun karya tulis. Selama ini ruang itu tertutup dan inilah momen membuka ruang pikir kita agar tergerak keberaniannya untuk menulis," kata Edy sebelum membuka workshop.

Menurut Edo, sapaan akrab Edy, kegiatan yang diinisiasikan Pokja Jurnalis Basel tersebut, merupakan peluang bagaimana menjalin komunikasi dan sinergitas dengan para pewarta. Sehingga para guru dapat menuangkan segala bentuk kegiatan positif ke dalam bentuk tulisan dan pemberitaan.

"Jadi dari sini, kedepan apa saja yang ada di lingkungan sekolah bisa dituangkan dalam tulisan baik prestasi siswa dan guru dan lingkungan. Ini telah difasilitasi dengan media sebagai ruang publikasi. Bukan hanya nulis tapi bagaimana proses menulisnya," bebernya.

Sementara, Ketua Pokja Jurnalis Basel Dedy Irawan menjelaskan kegiatan Workshop Jurnalistik tersebut merupakan kegiatan yang kedua digelar yang mana kegiatan pertama merupakan inisiasi dari Disdikbud beberapa tahun lalu.

"Tahun ini kami (Pokja) yang menggandeng Disdikbud. Tujuan kami ingin membuka ruang komunikasi publik antara media dan sekolah. Sekolah bisa menyampaikan kegiatan atau sebuah pemikiran melalui tulisan artikel, video, cerpen, prestasi sekolah, prestasi guru, siswa kepada kita untuk kita publish ke media yang tergabung dalam Pokja Jurnalis," kata Dedy.

Dirinya berharap melalui kegiatan workshop tersebut mampu mendorong para guru menuangkan gagasan dan pikiran dalam sebuah tulisan.

"Semoga melalui forum diskusi dan workshop semacam ini akan muncul sebuah tulisan yang baik, entah dari guru ataupun siswa di Basel," harapnya.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved