10 Lot Timah Gagal Serah Ekspor, ICDX Sarankan Bareskrim Lepas Police Line

Akibat dari police line, ICDX tidak dapat menyerahkan Timah Murni Batangan kepada pembeli luar negeri menyebabkan terjadinya

10 Lot Timah Gagal Serah Ekspor, ICDX Sarankan Bareskrim Lepas Police Line
ICDX
Pergerakan Perdagangan Timah di ICDX 

BANGKAPOS.COM – Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia/Gudang ICDX menyarankan kepolisian melepaskan timah batangan yang di-police line di gudang Gudang PT Tantra Karya Sejahtera.

Penahanan timah tersebut membuat transaksi bursa gagal serah ekspor.

Timah itu ditahan oleh pihak Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) berdasarkan laporan Laporan Polisi No. LP/A/1295/X/2018/Bareskrim, tanggal 11 Oktober 2018.

Pelaporan tersebut terkait perkara dugaan tindak pidana menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batu bara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK atau izin sebagaimana diatur dalam Pasal 161 Undang-Undang No. 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara jo. Pasal 55 KUH Pidana.

Terkait laporan itu, 10 lot (1 lot 5 Metrik Ton) timah yang sudah ditransaksikan di bursa pada 4 Oktober 2018 dan 10 Oktober  yang berada di Gudang PT Tantra Karya Sejahtera Pangkalbalam tertahan dan dipasang police line.

“Akibat dari police line, ICDX tidak dapat menyerahkan Timah Murni Batangan kepada pembeli luar negeri menyebabkan terjadinya gagal serah/gagal ekspor pada tanggal 17 Oktober 2018m” kata Markom/ Public Relatin ICDX, Mega, berdasarkan rilis data yang diterima bangkapos.com dari mantan Komisaris ICDX, Fenny Widjaja, Jumat (30/11).

Padahal menurut pihak ICDX, Timah yang berada di gudang ICDX dan telah memenuhi persyaratan sesuai Peraturan ekspor Timah telah memiliki jaminan kepastian hukum sehingga dapat diperdagangkan dan diserahkan kepada Pembeli luar negeri.

Karena terjadinya gagal serah ekspor, ada beberapa dampak yang bakal terjadi pada kegiatan eskpor timah batangan.

“Rusaknya reputasi maupun nama baik ICDX/pemerintah Indonesia dalam perdagangan timah dunia, hilangnya kepercayaan dunia internasional untuk membeli timah di Indonesia,”katanya.

Tak hanya soal kepercayaan importir, terganggunya ekspor timah murni batangan ini akan menurunkan penerimaan devisa negara dari hasil ekspor timah murni batangan.

“Perlu diketahui bahwa penerimaan devisa hasil ekspor dari Timah Batangan kurang lebih Rp  2 Triliun per bulan dan penerimaan Negara dari royalti dari hasil ekspor Timah batangan kurang lebih USD 4,2 juta (Rp 67 Miliar) per bulan,” ujarnya.

Sudah Kantongi

Pihak ICDX memaparkan timah yang tertahan di gudang PT Tantra Karya Sejahtera telah memiliki dokumen yang dipersyaratkan untuk ketentuan ekspor.

Mulai dari surat keterangan asal biji timah berupa hasil verifikasi asal bijih dari Surveyor Indonesia, Certificate of Analysis (COA) tentang spesifikasi mutu dari Surveyor Indonesia dan daftar timbangan.

 “Saran kami timah batangan yang telah di- police line di gudang ICDX mohon dilepas,” katanya. (bangkapos.com/teddymalaka)

Penulis: teddymalaka
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved