Rumah Cik Zahara di Semabung Baru Jadi Langganan Banjir
Dari dulu tiap hujan lebat satu jam saja, pasti banjir. Sudah jadi langganan tempat ini banjir. Di rumah orang lain belum
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Perempuan tua renta mengenakan baju berwarna biru, sibuk membersihkan genangan air yang merendam rumah yang telah ditempatinya lebih dari 30 tahun itu.
Cik Zahara, sapaan akrab perempuan berusia 63 tahun ini.
Bukan baru sekali ia membersihkan sisa lumpur usai surutnya air yang mengepung kediamannya di Gang ratna, Kelurahan Semabung baru, Kecamatan Girimaya, Pangkalpinang, Jumat (30/11/2018) sore.
"Dari dulu tiap hujan lebat satu jam saja, pasti banjir. Sudah jadi langganan tempat ini banjir. Di rumah orang lain belum banjir, disini sudah duluan." keluhnya.
Sejak Kamis (29/11/2018) sore kemarin, rumah beratap seng itu sudah tergenang banjir, setinggi lutut orang dewasa.
Cik Zahara bersama anak dan cucunya yang tinggal serumah, terpaksa harus tidur dengan kondisi rumah yang berantakan, dan masih tersisa lumpur.
Terik matahari pada Jumat (30/11/2018) pagi, membuat secercah harapan bagi Cik Zahara untuk membereskan rumahnya yang digenangi banjir kemarin.
Namun sayangnya, hujan dengan intensitas lebat kembali mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 13.00 WIB. Genangan air pun kembali menyasar ke rumah perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci.
Beruntung, sebagian perabot rumah tangga sejak kemarin berhasil diselamatkan oleh anak laki-lakinya, Deni Setiawan.
Diakui Deni, posisi rumah yang didiaminya bersama orangtuanya itu, memang dikategorikan rendah dibandingkan rumah warga lain. Sehingga kerap menjadi langganan banjir.
Apalagi jika hujan dengan intensitas lebat, sehingga sungai di sekitaran kawasan Semabung meluap dan airnya mengepung kediaman mereka.
"Kadang kalau malam-malam itu khawatir mau tidur, takut tiba-tiba banjir lagi. Mana saya baru sembuh dari sakit beberapa hari lalu.
Capek juga kadang harus seperti imi tiap kali hujan, harus selalu waspada. Ditambah suami saya juga baru meninggal dunia beberapa bulan lalu" tutur Zahara.
Kepada bangkapos.com, Cik Zahara menuturkan, ingin memiliki kediaman baru yang selayaknya memberikan kenyamanan, namun lantaran terhimpit biaya, ia bersama anak dan cucunya terpaksa bertahan di rumah tersebut.
Ia mengaku, belum ada uluran tangan dari pemerintah untuk solusi permasalahan kediamannya kini.
"Tempo hari katanya pernah mau direnovasi oleh pemerintah, tapi sampai sekarang belum juga. Kami berharap pemerintah dapat segera membantu kondisi kami saat ini." harapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/banjirr2.jpg)