Desa Air Duren Jadi Desa Percontohan Sadar Kerukunan, Saiful Bangga Salaman dengan Menteri Agama

Kepala Desa Air Duren Saiful Ahyar mengaku tak menyangka Desa Air Duren yang dipimpinnya bisa menjadi Desa Percontohan Sadar Kerukunan

Desa Air Duren Jadi Desa Percontohan Sadar Kerukunan, Saiful Bangga Salaman dengan Menteri Agama
bangkapos/nurhayati
Ketua FKUB Kabupaten Bangka H Husin Djais menyerahkan bantuan kepada para pengurus rumah ibadah pada kegiatan pencanangan Desa Percontohan Sadar Kerukunan Tingkat Kabupaten Bangka, Rabu (5/12/2018) di Kantor Desa Air Duren. 

BANGKAPOS.COM -- Kepala Desa Air Duren Saiful Ahyar mengaku, tidak menyangka Desa Air Duren yang dipimpinnya bisa menjadi Desa Percontohan Sadar Kerukunan Tingkat Kabupaten Bangka Tahun 2018.

Apalagi berhasil meraih bantuan dana Desa Percontohan Sadar Kerukunan senilai Rp 32,5 juta yang diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudin.

Dia mengaku tidak pernah intervensi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangka agar Desa Air Duren bisa menjadi Desa Percontohan Sadar Kerukunan.

"Saya juga kaget datang ketua FKUB bersama rombongan bahwa ini sebagai desa percontohan untuk umat beragama. Penilaiannya dari mana saya bilang. Katanya kalau lihat disini aman-aman saja," ungkap Saiful saat pencanangan Desa Percontohan Sadar Kerukunan Tingkat Kabupaten Bangka, Rabu (5/12/2018) di Kantor Desa Air Duren.

Diakuinya di Desa Air Duren ada beberapa tempat ibadah kecuali Pura sebagai tempat ibadah umat Hindu yang belum ada. Bahkan untuk tempat ibadah Vihara dan Klenteng saling berdekatan tetapi tidak ada permasalahan karena umat beragama saling menghormati dan menghargai.

"Ini suatu kebanggaan bagi kami dan bagi saya juga karena bisa salaman langsung dengan menteri agama. Kami berterima kasih kepada kemenag dan provinsi dan ketua FKUB. Suatu kebahagiaan bagi saya selama enam tahun memimpin Desa Air Duren bisa bersalaman langsung dengan pak menteri," kata Saiful berakhir masa jabatannya sebagai Kades Air Duren pada tanggal 5 Desember 2018 ini.

Dia mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati sehingga untuk menjaganya masyarakat harus bersatu karena jika ada gesekan sedikit saja bisa terjadi perpecahan.
Selain itu juga masyarakat jangan mudah percaya dan terprovokasi berita-berita hoax apalagi terkait Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA).

"Ini yang kami takutkan kadang-kadang tetapi alhamdulillah kalau kita disini tidak terpancing dan kami saling menghormati," ungkap Saiful.

Untuk itu sebagai Desa Percontohan Sadar Kerukunan bisa dipertahankan dan ditingkatkan hingga ke tingkat nasional.

"Ini harus kita jaga jangan sampai dua atau tiga bulan dapat penghargaan bentrok,malu kita. Tidak gampang untuk saling menyatukan, saling toleransi di antara kita," pesan Saiful.

Kegiatan ini dihadiri Staf Ahli Bupati Bangka Zulkarnain Idrus, Perwakilan Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Paidi, Ketua FKUB Kabupaten Bangka H Husin Djais, Kasat Binmas Polres Bangka diisi oleh Iptu Nanang, para pengurus tempat ibadah dan undangan lainnya.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved