Breaking News:

Didit: Tanggungjawab Maskapai Lion Air Belum Selesai

Puluhan aanggota keluarga korban musibah jatuhnya Pesawat Lion Air PK-LQP mendatangi DPRD Provinsi Bangka Belitung.

Editor: fitriadi
Bangka Pos / Hendra
Keluarga korban musibah pesawat Lion Air melakukan pertemuan dengan DPRD Babel, Selasa (4/12/2018). Mereka menuntut kejelasan pencarian korban dan dimudahkan dalam pengurusan santunan untuk ahli waris. 

Hal ini diungkapkan oleh Dian Arindita dalam pertemuan tersebut. Dia mengungkapkan bahwa keluarga diminta menandatangani syarat yang tak masuk akal.

"Syarat-syaratnya sangat banyak sekali. Jelas ini sangat menyulitkan kami. Yang paling menyulitkan itu kami diminta tandatangan setuju untuk tidak menuntut Lion Air. Kami ditekan nantinya seolah-olah Lion Air ini jadi pahlawannya," ujar Dian, istri almarhum AKBP Mito.

Dia mengharapkan agar pihak Lion dan pihak terkait juga tak menyulitkan keluarga korban. Cukuplah musibah yang menimpa keluarga mereka. Jangan pula pihak keluarga diminta untuk membebaskan Lion Air dari segala tuntutan baru bisa mencairkan uang santunan kepada ahli waris.

Sementara Yani, istri almarhum Ahmad Mughni juga mendukung pencarian korban hingga tuntas.

Dia juga menuntut adanya kejelasan santuan bagi para korban musibah Lion Air.

Belakangan kata Yani, mereka didatangi oleh pengacara menawarkan bantuan untuk mengurus santunan ataupun menuntut hal lainnya.

"Sudah ada beberapa lawyer yang datang menawarkan bantuan. Kita dijanjikan dapat Rp 4 miliar sampai Rp 8 miliar, tapi disini kami ingin semuanya selesai. Tuntaskan dulu permasalahan ini," ujarnya.

Terkait permasalahan ini, Distrik Manager Lion Air Pangkalpinang, Amar Fernando mengatakan pihaknya tidak mengetahui terkait persyaratan ataupun poin persyaratan untuk klaim santuan.

"Poin-poin dalam syarat klaim santuan itu bukan lagi dari kita, tapi itu dari pihak asuransi langsung," kata Amar.

Terkait dengan pencarian korban, Amar mengatakan Lion Air tetap berkomitmen untuk mencari korban hingga tuntas. Bahkan mereka sudah mencoba mendatangkan kapal canggih dari luar negeri.

"Pencarian belum kita hentikan, kita tetap melakukan pencarian. Terkait dengan kapal pencarian dari luar negeri itu kita sudah MoU, saat ini kapal itu masih dalam proses untuk ke Indonesia," ujar Amar. (adv/can/may)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved