Kisah Baku Tembak antara TNI yang Menyelamatkan Pekerja Jembatan di Nduga dengan KKSB Selama 16 Jam

Kemudian tiba-tiba mereka secara sadis menembaki para pekerja tersebut. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat

Kisah Baku Tembak antara TNI yang Menyelamatkan Pekerja Jembatan di Nduga dengan KKSB Selama 16 Jam
Grafis Tribun-Video/ Alfin Wahyu
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membantai 31 pekerja pembangunan jembatan dan jalan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12/2018). 

BANGKAPOS.COM--"Serangan diawali dengan pelemparan batu ke arah Pos sehingga salah seorang anggota yonif 755/Yalet a.n. Serda Handoko membuka Jendela.

Serda Handoko kemudian tertembak dan gugur. Anggota pos membalas tembakan sehingga terjadi kontak tembak dari jam 05.00 pagi (WIT) hingga 21.00 WIT,"

Kutipan tersebut adalah laporan yang diterima Kapendam Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi dan diketik tertanggal Selasa (4/12/2018).

Kutipan tersebut terlampir dalam rilis resmi yang dikeluarkan Aidi.

Dalam rilis tersebut, Aidi menceritakan kembali kesaksian korban pembantaian oleh KKSB dari pekerja PT Istaka Karya, Jimmy Aritonang, yang kini telah berhasil diselamatkan TNI.

Menurut pengakuan Jimmy kepada Aidi, pada Sabtu (1/12/2018) seluruh karyawan PT. Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja.

Itu karena pada hari tersebut ada upacara peringatan 1 Desember 2018 yang diklaim sebagai hari kemerdekaan KKSB.

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat.

Sekira pukul 15.00 WIT kelompok KKSB mendatangi camp pekerja PT. Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang keluar.

Mereka kemudian digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar 50 orang KKSB bersenjata campuran standard militer.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved