Mulai 2019, Dokumen Kependudukan Dikerjakan Secara Digitalisasi

Bangka belitung merupakan provinsi ke-23 di Indonesia yang akan mencanangkan program #GISA

Mulai 2019, Dokumen Kependudukan Dikerjakan Secara Digitalisasi
Bangka Pos / Ira kurniati
Sosialisasi pencanangan program GISA di gedung Amik Atma luhur, Rabu (5/12/2018) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dirjen kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil) kementerian dalam negeri, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan, Bangka belitung merupakan provinsi ke-23 di Indonesia yang akan mencanangkan program #GISA (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan).

Gerakan ini merupakan program yang dicanangkan untuk administrasi kependudukan. Akan difokuskan pada awal 2019 mendatang.

Satu penduduk hanya akan mendapatkan satu identitas kependudukan, baik itu KTP ataupun Kartu keluarga. Sehingga tidak ada identitas warga yang ganda.

"GISA sebuah gerakan untuk membangun budaya baru dibidang kependudukan. Orang akan peduli dengan dokumen kependudukannya, dokumen kependudukan itu ada 23 mulai dari akta kelahiran, pernikahan dan lainnya. Dokumen kependudukan itu pun harus diupdate. Artinya sadar tentang ketepatan dan akurat data kependudukan." kata Zudan Arif Fakrulloh, usai mengisi sosialisasi GISA di gedung Amik atma luhur Pangkalpinang, Rabu (5/12/2018).

Ia menyebutkan, dengan pencanangan program ini, diharapkan adanya perubahan kesadaran perilaku kerja, dari sistem manual menjadi digitalisasi.

Dengan pencanangan ini pun, dapat membantu KPU dalam mendata warga untuk persiapan pemilu mendatang.

Mengenai administrasi kependudukan, lanjutnya, di tahun 2019 mendatang akan diterapkan dengan sistem digitalisasi. Seperti pembuatan akta kelahiran secara online.

"Sudah mulai kita terapkan desember ini. Dan untuk Babel, kalau sudah siap tujuh kabupatennya, kami akan dukung program ini." imbuhnya.(*)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved