ASN yang Pensiun Harus Tetap Produktif

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Syahruddin meminta 189 ASN Pemprov yang akan pensiun dari 2018-2020 untuk tetap produktif

ASN yang Pensiun Harus Tetap Produktif
Bangka Pos / Krisyanidayati.
Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Syahruddin saat memberikan arahan bagi ASN yang akan purna bakti, di ruang rapat Pasir Padi, Kamis (6/12/2018). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Syahruddin meminta 189 ASN Pemprov yang akan pensiun dari 2018-2020 untuk tetap produktif dan lebih banyak melaksanakan ibadah.

Syahruddin menyebutkan, tidak semua ASN yang bisa menyelesaikan pelaksanaan tugas hingga purna bakti, tak jarang bahkan karirnya sebagai ASN harus terhenti di tengah jalan lantaran berbagai persoalan.

"Banyak teman-teman kita yang tidak berakhir sampai purna bakti, bahkan ada yang berakhir di Lapas Tuatunu atau Bukit Semut atau juga sebab lain. Kita harus banyak bersyukur bisa melaksanakan tugas sampai pensiun ini," katanya saat memberikan arahan bagi ASN yang akan purna bakti, di ruang rapat Pasir Padi, Kamis (6/12/2018).

Menurutnya akan ada banyak perubahan ketika ASN pensiun, baik dari sisi ekonomi, kebiasaan, dan psikologis.

"Pasti banyak perubahan dari aspek ekonomi, kalau dulu jadi pegawai dapat tunjangan jabatan, TPP, kendaraan dinas. Setelah pensiun terkaget-kaget penghasilan sedikit, sedangkan tanggung jawab kita tetap apalagi ada anak yang masih sekolah," katanya.

Tak dapat dipungkiri secara psikologis tak jarang menjadi kecil hati, penghargaan dari masyarakat menjadi berkurang.

"Aspek psikologis kita merasa kecil dan terkucil, penghargaan dari masyarakat juga berkurang yang sedikit banyak akan mengurangi rasa percaya diri, kalau dulunya selalu diprioritaskan duduk di depan setelah pensiun nanti jadi ada perubahan," katanya.

Dari sisi kesehatan juga mulai menurun, jangan sampai tidak beraktivitas lagi karena sudah pensiun dan tidak lagi produktif.

"Dari sisi kesehatan juga mulai menurun banyak. Kita selaku calon pensiun enggak usah bersedih hati karena ini akan dialami setiap orang. Jangan begitu kita pensiun enggak ada kegiatan lagi hanya di rumah, ini jadi tidak produktif," tambahnya.

Syahruddin mengajak untuk lebih meningkatkan aktivitas ibadah yang nantinya menjadi bekal untuk menunju akhirat.

"Umur 50 tahun itu sudah seharusnya memikirkan dan fokus pada urusan akhirat, karena pada masa muda sering lupa. Kita mulai mengurangi urusan menyita fisik dan dunia, tapi lebih besar kepada urusan ibadah," katanya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati).

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved