Kriminalitas Bisa Meningkat Jika Jembatan Bangka-Sumatera Terwujud, Polda Babel Siap Antisipasi

Angka kriminalitas bisa jadi meningkat apabila jembatan penghubung Bangka-Sumatera Selatan terwujud.

Kriminalitas Bisa Meningkat Jika Jembatan Bangka-Sumatera Terwujud, Polda Babel Siap Antisipasi
Posbelitung.co/Istimewa
Peta Pulau Bangka dan wilayah Sumsel. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen Pol Istiono tak menyangkal kemungkinan meningkatnya angka kriminalitas apabila jembatan penghubung Bangka-Sumatera Selatan terwujud. Meski begitu, dia menegaskan polisi akan melakukan antisipisasi sedini mungkin.

"Jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung siap berkooridnasi dengan pihak terkait termasuk dengan Polda Sumatera Selatan terkait rencana dihubungkanya Pulau Sumatera dengan Pulau Bangka dengan dibangunnya jembatan," kata Istiono, Rabu (5/12).

Secara teknis, Istiono menyebut nantinya bisa saja dibangun pos polisi di kawasan jembatan penghubung Bangka-Sumsel. Lokasi pos polisi bisa di wilayah Polda Babel maupun Polda Sumsel.

"Intinya kita akan melaksanakan berbagai kegiatan yang dapat memaksimalkan kinerja kepolisian dalam pengamanan terkait mulai beroperasinya jembatan," tegasnya.

Baca: Pulau Bangka dan Sumatera Akan Terhubung, Jembatan Sepanjang 13,5 Kilometer Butuh Dana Rp 13 T

Rencananya, Bangka-Sumsel akan dihubungkan jembatan sepanjang 13,5 kilometer. Di Bangka, titik jembatan itu ada di Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan. Kendaraan yang melewati jembatan itu akan tiba di Selapan, Sumatera Selatan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ferry Insani mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan kajian pembangunan jembatan Bangka-Sumatera Selatan.

Dampak ekonomi, sosial, dan teknis menjadi awal kajian tersebut. Kemarin, Ferry belum bisa menyebutkan gambaran singkat dari kajian yang sedang dilakukan tersebut.

"Saya tidak bisa bicara banyak, karena hasil kajiannya belum ada. Tapi, yang namanya pembangunan infrastruktur pasti baik. Bagiamanapun infrastruktur itu tetap berguna cuma hitungan cost," kata Ferry, Rabu (5/12).

Jembatan Emas
Jembatan Emas, Air Anyir, Merawang, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung. (Bangka Pos/ Teddy Malaka)

Menurutnya, pembiayaan pembangunan jembatan yang menghubungkan dua provinsi ini hanya dimungkinkan dengan menggunakan APBN dan pihak ketiga.

"Kalau dibiayai APBD ini enggak mungkin, pilihannya itu APBN atau pihak ketiga. kalau APBN ini dimasukkan dalam APBN Teknokratik kita jadikan Kawasan Strategis Nasional (KSN)," katanya.

Menurutnya, 2019 ini pihaknya akan memasukkan usulan pembangunan jembatan ini kepada Bappenas bertepatan dengan RPJMN Teknokratik.

"2019 kami akan usulkan dan masukan itu ke Bappenas semaksimal mungkin, kalau masuk KSN Insya Allah ini ada dari pusat," ujarnya.

Ferry juga tidak memungkiri dampak sosial dari pembangunan jembatan Bangka-Sumsel. Namun dia meyakini Bangka tetap aman meski konektivitas Bangka-Sumsel membuat daerah itu bisa semakin ramai.

"Dampak sosial pasti ada, tapi yang namanya infrastruktur akan membawa kebaikan. Dari sisi keamanan ya kita rasa enggak lah, orang Indonesia ini kan baik-baik," sebutnya.

Land clearing

Kepala Desa Sebagin, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan Darno, menyebut wacana pembangunan jembatan tersebut sudah memasuki tahap Pejajakan dan land clearing atau pembebasan lahan.

Baca: Koneng Ungkap Alasannya Berhenti Jadi Pengasuh Gempi Putri Gisel dan Gading Marten

Sejauh ini menurut Darno, masyarakat mendukung sepenuhnya wacana pembangunan jembatan yang diprediksi menelan biaya sekitar Rp 13 Triliun tersebut. Terlebih pembangunan jembatan tersebut merupakan program pemerintah pusat.

"Alhamdulillah sejauh ini wacana pembangunan jembatan Bahtera tersebut sudah dilakukan survei dan land clearing. Pastinya masyarakat mendukung, tidak ada alasan tidak mendukung, apalagi inikan program pemerintah," ujar Darno.

Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Selatan, Juaidi, mengatakan teknis pemabangunan jembatan ada di tingkat provinisi. Sementara pihaknya hanya mendukung penyiapan lahan dan land clearing jalan menuju titik jembatan.

"Proses teknisnya ada di tingkat provinsi yaitu di dinas PU provinsi. Namun Kabupaten Basel siap mendukung penyiapan lahan dan land clearing jalan menuju titik jembatan khusus di wilayah bangka selatan," ujar Juaidi kepada bangkapos.com, Rabu (5/12/2018)

Menurut Juaidi, saat ini wacana pembangunan jembatan Bahtera sudah memasuki tahap pembebasan lahan beriringan dengan pembukaan jalan lingkar barat pulau Bangka. Diakui Juaidi, sejauh ini belum ada kendala, baik soal pembebasan lahan maupun pembukaan jalan.

"Secara bertahap lahan sudah mulai dibebaskan beriringan dengan pembukaan jalan lingkar barat pulau bangka untuk wilayah bangka selatan. Sampai saat ini Alhamdulillah belum ada kendala," bebernya.

Jajak Pendapat dan Sosialisasi

Wakil Ketua DPRD Babel Tony Purnama mengusulkan agar dibuat jajak pendapat terkait wacana membangun jembatan penghubung Pulau Bangka dan Sumatera.

"Yang menolak hanya sebagian orang saja. Bila perlu kita lakukan jajak pendapat, dan sosialisasikan dulu. Banyak keuntungan yang kita dapat dari keberadaan jembatan ini," kata Tony Purnama.

Tony Purnama, Wakil Ketua DPRD Propinsi Bangka Belitung
Tony Purnama, Wakil Ketua DPRD Propinsi Bangka Belitung (Bangka Pos / Hendra)

Tony Purnama mengatakan, keuntungan terbesar jika jembatan itu jadi dibangun adalah di bidang perekonomian. Adanya jembatan tersebut akan memudahkan transportasi masuknya bahan pangan ke Pulau Bangka.

Di sisi lain, perekonomian Bangka yang menurun di bidang pertambangan akan membaik dengan adanya jembatan tersebut. Akses wisata ke Bangka akan lebih banyak.

"Kalau untuk sisi keamanannya kita kan ada kepolisian. Tapi yang terpenting itu manfaatnya akan lebih besar. Akan meningkatkan pariwisata Bangka Belitung. Ingat kita ini provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia. Jembatan ini salah satu menurunkan inflasi di Bangka Belitung, dengan memudahkan akses transportasi barang," kata Tony Purnama.

Hanya 10 Menit

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, KA Tajjudin mengatakan jika dibangun jembatan Bangka-Sumatera Selatan dengan jarak tempuh 13,5 kilo ini hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 10 menit untuk menghubungkan dua provinsi ini.

Tajjudin menjelaskan dari sisi transportasi, terhubungnya dua provinsi ini, secara langsung akan mempermudah distribusi barang dan orang. Sebagaimana diketahui selama ini Babel masih ketergantungan dengan provinsi lain untuk mensuplai bahan pangan termasuk dari Sumsel.

Selama ini, diketahui untuk menjangkau dua provinsi ini hanya bisa menggunakan transportasi jalur darat dan udara. Ini menjadi alternatif pilihan transportasi baru bagi masyarakat.

Berdirinya jembatan ini, juga diyakini akan bisa menekan harga beberapa komoditas, menekan inflasi, karena berkurangnya biaya angkut yang juga berdampak pada percepatan menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Selama ini masyarakat hanya punya alternatif udara dan laut, hadirnya jembatan ini memberikan alternatif pilihan dengan jarak tempuh 13,5 kilo, kurang lebih hanya 10 menit dari Sebagin bisa sampai ke Selapan, ini bisa menekan biaya angkut," kata Tajjudin, Rabu (5/12).

kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka belitung, K.A Tajjudin.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka belitung, K.A Tajjudin. (Bangkapos/irakurniati)

Dijelaskan Tajjudin, saat untuk distribusi barang dan orang secara laut kadang masih terganggu faktor cuaca seperti pasang surut air laut, begitu pula dengan transportasi udara yang ongkos angkutnya lebih tinggi.

"Ini upaya untuk percepatan pembangunan perekonomian. Lancarnya arus distribusi berdampak pada kelancaran ekonomi yang berpengaruh pada harga barang yang lebih murah dengan jarak tempuh yang dekat," jelasnya.

Kedepannya, Pemprov Babel merencanakan akan adanya pelabuhan internasional di Babel yang bisa langsung melakukan ekspor. Selama ini masih tersentral di Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak, Surabaya.

"Kita berharap ada pelabuhan utama yang bisa menajdi pelabuhan yang internasional. Komdositas yang dikirim menggunakan ini disamping dari Babel, juga dari wilayah Sumbagsel misalnya dari Palembang, Jambi, Lampung mereka bisa kirim barang, container ini dibawa melalui jalur darat ke Babel dengan Jembatan Bangka-Sumsel," tambahnya. (Bangka Pos/Ira Kurniati/Anthoni Ramli/Hendra)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved