Lion Air Jatuh

Lion Air JT610 - Terus Didesak oleh India dan Indonesia, Boeing: Kami Tahu Pesawat Kami Aman

Lion Air JT610 - Terus Didesak oleh India dan Indonesia, Boeing: Kami Tahu Pesawat Kami Aman

Lion Air JT610 - Terus Didesak oleh India dan Indonesia, Boeing: Kami Tahu Pesawat Kami Aman
static.seattletimes.com
Boeing 

Lion Air JT610 - Terus Didesak oleh India dan Indonesia, Boeing: Kami Tahu Pesawat Kami Aman

BANGKAPOS.COM - Otoritas penerbangan di Indonesia dan India mendesak lebih banyak simulator latihan bagi pilot yang menerbangkan pesawat Boeing 737 Max.

Ini menyusul kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air beberapa waktu lalu.

Namun, pihak Boeing Co menyatakan pesawat terlarisnya itu aman.

CEO Boeing Dennis Muilenberg menyatakan, dirinya sangat yakin dengan keamanan pesawat seri 737 Max.

Seri tersebut adalah rangkaian terbaru yang dirilis Boeing untuk menggantikan seri sebelumnya.

"Kami tahu pesawat kami aman. Kami tidak mengubah filosofi desain kami," kata Muilenberg seperti dikutip dari Reuters, Jumat (7/12/2018).

Rusdi Kirana, pendiri Lion Grup.
 
Rusdi Kirana, pendiri Lion Grup.
//

Sebelumnya, regulator penerbangan India menyatakan bahwa para pilot yang menerbangkan pesawat Boeing 737 Max harus dilatih di simulator yang mereplikasi skenario yang menyebabkan jatuhnya pesawat Lion Air PK LQP dengan nomor penerbangan JT 610.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan menyatakan segera menerbitkan persyaratan baru terkait simulator.

Lion Air Group pun dikabarkan tengah mempertimbangkan pembatalan pemesanan pesawat Boeing 737 Max setelah tragedi JT 610.

Lion Air masih menunggu pengiriman 190 unit pesawat Boeing 737 Max 8 senilai 22 miliar dollar AS.

Adapun satu unit simulator dibanderol 6 juta hingga 15 juta dollar AS, tergantung kebutuhan. Simulator membutuhkan waktu setahun untuk dikirim ke maskapai.

(Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisruh 737 Max 8, Boeing Tegaskan Pesawatnya Aman".

Editor: teddymalaka
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved