7 Atlet STC Diturunkan Ikuti Kejurnas Taekwondo Black Tiger Indonesia AAU di Yogyakarta

Seluruh persiapan sudah diberikan kepada atlet, mulai dari Training Center (TC) sudah berlangsung sejak

7 Atlet STC Diturunkan Ikuti Kejurnas Taekwondo Black Tiger Indonesia AAU di Yogyakarta
Ist/dokumentasi STC
Tujuh orang atlet STC Belitung, Selasa (11/12) diberangkatkan ke Yogyakarta untuk mengikuti Kejuraan Nasional Taekwondo Black Tiger Indonesia Championship tahun 2018 di Gor Teleng Krida Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta. 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Tujuh orang atlet putra putri terbaik Spartan Taekwondo Club (STC) Belitung, Selasa (11/12/2018) diterbangkan untuk mengikuti Kejuraan Nasional Taekwondo Black Tiger Indonesia Championship tahun 2018 di Gor Teleng Krida Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta.

Tujuh atlet tersebut, akan bertanding di kategori pra kadet kyorugi, kadet kyorugi dan poomsae.

Tujuh orang atlet yang berstatus pelajar ini, Ragad Said Subakir, Farell Rizky, Apriliani, Welly Oktobrian, Firdaus, Melysya F dan Iftinar.

Atlet - atlet ini, akan melangsungkan pertandingan dimulai, Kamis (13/12) hingga, Minggu (16/12).

Ada sekitar 1.600 atlet se Indonesia yang akan mengikuti pertandingan di kejuaraan setingkat nasional tersebut.

"Seluruh persiapan sudah diberikan kepada atlet, mulai dari Training Center (TC) sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu. Tinggal hari ini (kemarin--red) kami berangkat saja," kata pelatih STC Belitung Sabeum Galuh Amanda Herlambang kepada Posbelitung.co, Selasa (11/12/2018).

Atlet yang bakal bertanding dikejuaraan ini dimulai dari 8 - 9 tahun untuk kategori nomor pra kadet-A, pra kadet-B dengan usia 10 - 11 tahun, kadet dengan usia 12 - 13 tahun, junior berusia 14-16 tahun, hingga senior dengan usia minimal 17 tahun.

"Yang tujuh orang ini ada yang turun di nomor pra kadet kyorugi B putra putri, kadet kyorugi putra putri, dan poomsae satu orang atas nama Iftinar.

Atlet yang bertanding ini merupakan atlet pelajar dan disini mereka ingin berprestasi untuk meningkatkan jam terbang mereka dalam bertanding," ucapnya.

Uang pembinaan yang diperebutkan dalam kejuaraan ini sebesar Rp 50 juta, doorprize sepeda motor dan memperebutkan trofi piala bergilir Gubernur AAU, bagi peserta yang dinobatkan sebagai juara umum.

Kejuaraan ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Integritas Taruna Akabri 1965, dengan tema 'dengan sportivitas berkompetisi meraih prestasi terbaik'.

"Untuk target kami, tentu adalah semua mendapatkan hasil yang terbaik, dan tentunya keinginan kami semua pulang ke Belitung dengan membawa mendali emas untuk daerah.

Tidak kalah penting ini sebagai pengalaman terbaik bagi atlet - atlet muda, untuk terjun di kejuaraan nasional," ujarnya.

Kata pemegang sabuk Dan 1 Kukkiwon itu, kejuaraan yang diikuti atlet - atlet terbaik ini bisa membawa nama baik Belitung dikalangan tingkat nasional, dan menjadikan sebuah pengalaman terbesar, agar bisa terus berprestasi hingga ke tingkat Internasional.

"Kami harap juga nanti, ini bisa muncul atlet - atlet dan bibir terbaik Belitung kembali. Kejuaraan ini juga, sebagai tolak ukur atlet itu sendiri, dalam menilai kemampuan mereka bertanding di atas matras," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved