Deteksi Ibu Hamil Tertular HIV, Dinkes Skrining HIV

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, menyasar para ibu hamil untuk deteksi dini infeksi menular seksual (IMS).

Deteksi Ibu Hamil Tertular HIV, Dinkes Skrining HIV
Bangka Pos / Nurhayati
Kasi Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Menular, Surveilans dan Imuniasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Sopianto

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, menyasar para ibu hamil untuk deteksi dini infeksi menular seksual (IMS).

Kegiatan tersebut dilakukan melalui program skrining human immunodeficiency virus (HIV) ibu hamil.

Menurut Kasi Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Menular, Surveilans dan Imuniasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Sopianto, skrining HIV merupakan program kegiatan penanggulangan sejak dini IMS atau HIV pada ibu hamil melalui pemeriksanaan atau konseling.

Untuk pemeriksaan HIV atau konseling mengunakan metode tes cepat yang dapat diketahui hasilnya dalam waktu 15 sampai 20 menit.

"Dengan adanya layanan ini diharapkan semua ibu hamil sudah mengetahui sejak dini apakah yang bersangkutan ada status HIV atau tidak guna mencegah penularan HIV pada bayinya," jelas Sopianto kepada bangkapos.com, Selasa (11/12/2018) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka.

Pelayanan skrining HIV dilaksanakan di puskemas, rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta dan pusat layanan kesehatan.

Disana disediakan tenaga konselor dan petugas laboratorium yang sudah terlatih.

"Untuk layanan konseling HIV ibu hamil tersedia diseluruh pelayanan kesehatan termasuk 12 puskesmas, tiga rumah sakit, pustu dan di layanan bidan praktek yang ada di desa," kata Sopianto.

Oleh karena itu pihaknya melakukan konseling bagi ibu hamil pada saat kunjungan atau pemeriksaan hamil pertama minimal satu kali selama ibu hamil.

Sedangkan bagi ibu hamil yang beresiko tertular HIV diharuskan melakukan pemeriksaan rutin HIV.

Menurut Sopianto, jika diketahui ada indikasi ibu hamil yang tertular HIV maka petugas kesehatan akan memberikan obat antiretrovirol (ARV) yang harus diminum seumur hidup.

"Obat ARV itu secara rutin diminum seumur hidup diharapkan mampu menurunkan muatan virus "Viral Load" sehingga meningkatkan kualitas hidup yang bersangkutan," jelas Sopianto.

Bagi ibu hamil yang tertular HIV maka proses melahirkan akan dilakukan dengan cara operasi Secsio Caiesar (SC) untuk mencegah resiko menularnya HIV pada bayinya.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved