Prisma Al Ikhlas Gelar Seminar Dakwah Syiarkan Tolak LGBT

Pemuda dan Remaja Masjid (Prisma) Al Ikhlas Kelurahan Air Salemba Gabek Pangkalpinang menggelar seminar tolak LGBT.

Prisma Al Ikhlas Gelar Seminar Dakwah Syiarkan Tolak LGBT
Bangka Pos / Agus Nuryadhyn
Narasumber Mega saat menyampaikan materi dihadapan peserta seminar tolak LGBT yang digelar Prisma Al-Ikhlas Gabek Pangkalpinang 

"Penolakan terhadap LGBT karena sekarang sudah mulai berani tampil dihadapan kita," ungkapnya.

Menurut Willy dengan kehadiran dalam seminar tolak LGBT merupakan kemenangan pertama untuk memerangi LGBT.

"Pulang dari seminar ini akan banyak yang didapatkan sehingga semakin membentengi diri dan mengajak orang yang kita cintai agar terhindar dari prilaku LGBT," jelas Willy.

Ketua panitia Tri Wahyuni menjelaskan seminar diikuti 150 peserta dari pelajar dan mahasiswa se Kota Pangkalpinang.

Prisma Al Ikhlas mengusung tema tolak LGBT, menurut Tri Wahyuni bahwa LGBT sudah lama ada di Negara Barat. Namun untuk di Indonesia, LGBT baru muncul.

"LGBT baru muncul dan sudah berani secara terang-terangan dan membuka komunitas di Indonesia bahkan mereka bangga dengan apa yang mereka lakukan, " ungkapnya.

HarapanTri Wahyuni adanya seminar ini akan dapat mencetak generasi remaja muda agar memahami apa itu namanya LGBT serta akibat dari perbuatan.

"Generasi remaja muda tidak hanya sekedar tahu tapi mendalami dan dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari diisi dengan kegiatan positif," ujar Tri Wahyuni.

Pembina Prisma Al Ikhlas Gabek Pangkalpinang M Fitra Ramadhani menjelaskan seminar tolak LGBT untuk memberikan pemahaman dan menyadarkan para remaja. Karena pada akhir-akhir ini marak prilaku LGBT.

"Kami merasakan bahwa LGBT kurang mendapatkan perlawanan dan pertentangan khususnya dari keluarga remaja sehingga terkesan dibiarkan," ungkapnya.

Pemuda dan Remaja Masjid Al Ikhlas, kata Fitra memiliki keinginan agar para remaja jangan sampai menyimpang.

Apalagi menurut Fitra bahwa saat ini sudah banyak menyebar dan sudah banyak di Indonesia.

Untuk menghilangkan rasa penat peserta, panitia membuat permainan (games) konsentrasi kerjasama dan daya ingat yang dipandu
Pebri Ayanto dan Theo Alyandu.(*)

Penulis: agusrya
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved