Gelisah Usai Makamkan Ibunya, Roger Danuarta Bertanya ke Ustadz Adi Hidayat, Ini Jawabannya

Roger Danurata menyampaikan kegelisahannya usai memakamkan ibunya Engnawati Atmadja yang wafat dalam keadaan masih

Gelisah Usai Makamkan Ibunya, Roger Danuarta Bertanya ke Ustadz Adi Hidayat, Ini Jawabannya
Kolase Instagram/rogerojey
Roger Danuarta 

Merujuk pada sikap yang dicontohkan Rasulullah itu, Ustaz Adi Hidayat pun menyebut bahwa perilaku yang dilakukan oleh Roger Danuarta di pemakaman sang ibu itu diperbolehkan.

Asalkan Roger Danuarta tidak meyakini dan mempercayai prosedur yang terjadi di pemakaman tersebut.

Seperti misalnya prosesi kremasi atau prosesi yang ada di agama lain.

"Kalau Anda datang, untuk meniatkan misalnya hanya sekadar menghormati, hadir di situ tapi tidak meyakini apa yang dilakukan, hanya untuk menampilkan bakti terakhir itu tidak masalah. Sepanjang Anda tidak meyakini prosesnya benar, misalnya kremasi dan sebagainya," imbuh Ustaz Adi Hidayat.

Lebih lanjut lagi, soal cap murtad yang didapatkan oleh Roger Danuarta usai dirinya menghadiri pemakaman sang ibu, Ustaz Adi Hidayatpun memberikan penjelasannya.

Menurutnya, seseorang jangan terlalu mudah mengucap atau menandai orang lain dengan cap kafir atau murtad.

Sebab hal itu nantinya akan dimintai pertanggungjawaban.

"Kalimat-kalimat kafir, murtad itu jangan mudah diucapkan oleh lisan kita. Murtad itu apalagi kafir misalnya, itu tandanya jelas. Sepanjang belum jelas tandanya tidak boleh diucapkan." kata Ustaz Adi Hidayat.

Ada dua tanda seseorang itu secara jelas menjadi seorang kafir atau murtad.

Yang pertama jika orang tersebut secara jelas mengakui bahwa ia keluar dari agama islam.

Yang kedua adalah terlihat dari sikap dan perilaku yang ditunjukkan seseorang sudah tidak sesuai dengan kaidah keislaman.

Misal orang tersebut secara terang-terangan meninggalkan sholat dan melakukan ibadah di tempat ibadah agama lain.
Berikut adalah tayangan lengkapnya :

Reaksi Ibunda Roger Danuarta Saat Tahu Anaknya Jadi Mualaf

Mendiang Engnawati Atmadja ternyata bisa menerima keyakinan baru yang dianut sang anak, Roger Danuarta.

Tak hanya bisa menerima keyakinan baru anaknya, Engnawati Atmadja juga mengingatkan Roger Danuarta untuk mempertahankan keimanannya kepada Allah SWT sebelum dia wafat.

Pesan terakhir Engnawati Atmadja itu diungkapkan Roger Danuarta dalam unggahan terbaru di akun Instagram-nya, Rabu (5/12/2018).

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Roger Danuarta resmi mengucap dua kalimat syahadat yang menandakan dia sudah menganut Islam atau mualaf.

Bagi Roger Danuarta, sosok sang ibu yang wafat dua pekan lalu begitu membekas di hatinya.

Dikatakan Roger Danuarta, Engnawati Atmadja yang meninggal dunia di usia 63 tahun, tak hanya menjadi sosok yang sempurna baginya, tetapi juga mampu memberikan kedamaian ketika dia terjatuh.

Ibunya juga lah yang menyemangati Roger Danuarta untuk bangkit ketika dia telah melakukan kesalahan.

Berikut tulisan Roger Danuarta selengkapnya:

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Terimakasih untuk semua perhatian dan Doa untuk ibuku tercinta. Semoga amal ibadahnya diterima disisiNya.. Aamiin

Dear Mom, Thankyou for supporting my belief. Altough you're gone, i'm not alone and never shall be.

Sweet smile on your face as you sleep the pain away. Resting in God's arms now, altough in the ground your body lay.

I never would have imagined the end would be like this, me comforting you. Holding your hand, telling you not to worry was not an easy thing for me to do.

And even in your weakest hour you tried to comfort me too. Caressing my face, and calming my soul as only a mother can soothe.

When i told you of the mistakes i made and all the times people saw me fall. You simply nodded and gently replied 'so have we all'.

The key of succes is learning from the past. Ensuring a brighter future is now the present task. Pushing me to be the best that you know i can be. Reminding me to keep the faith and allow Allah to lead me."

(Untuk ibu, terimakasih telah mendukung keyakinan saya. Meski ibu sudah pergi, saya tidak pernah sendirian. Senyum manis di wajahmu saat menahan rasa sakit itu.

Beristirahatlah dalam pelukan Tuhan, meski tubuhmu terbaring di tanah. Saya tidak pernah membayangkan semua akan berakhir seperti ini. Saya menghiburmu, memegang tanganmu, memberitahumu untuk tidak khawatir bukan hal yang mudah bagiku.

Dan bahkan di saat terlemah, ibu mencoba menghibur saya juga. Mengelus wajahku dan menenangkan jiwaku karena hanya ibu yang mampu menenangkan.

Ketika saya memberitahumu tentang kesalahan yang sudah saya buat dan orang melihat saya jatuh, ibu hanya mengangguk dan dengan lembut menjawab 'demikian juga kita semua'.

Kunci keberhasilan adalah belajar dari masa lalu. Memastikan masa depan yang lebih cerah sekarang adalah tugasku kini. Mendorong saya untuk jadi yang terbaik. Mengingatkan saya untuk mempertahankan iman dan mengizinkan Allah memimpin saya)

Dikabarkan sebelumnya, ibunda Roger Danuarta meninggal lantaran penyakit gagal jantung dan ginjal yang sudah diderita selama 11 bulan.

Roger Danuarta mengungkapkan bahwa mulanya sang ibu hanya memiliki penyakit jantung.

Namun lantaran penyakit jantungnya sudah parah, hal itu membuat darah tidak mengalir dengan baik, sehingga darah tersebut menjadi beku.

Setelah menjalani pengobatan, darah kembali lancar namun malah membuat ginjal tersumbat.

Kini ibunda Roger Danuarta telah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Taman Kenangan Lestari, Karawang, Jawa Barat.

Setelah lama diam, Roger Danuarta akhirnya merespons kabar masuknya dia sebagai penganut Islam atau mualaf.(*)

Editor: tidakada016
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved