2019, DIPA Babel dari Pusat Menurun Rp 363,5 Miliar Dibandingkan 2018

Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2019 mengalami penurunan sebesar Rp 363,3 miliar

2019, DIPA Babel dari Pusat Menurun Rp 363,5 Miliar Dibandingkan 2018
Bangka Pos / Krisyanidayati
Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Bangka Belitung (Babel), Supendi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Bangka Belitung (Babel), Supendi mengatakan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2019 mengalami penurunan sebesar Rp 363,3 miliar dibandingkan tahun 2018.

Tahun 2019 Provinsi Babel mendapatkan 283 DIPA dengan nilai Rp2,5 triliun. Dari jumlah ini diberikan untuk satker instansi vertikal kantor pusat dan kantor daerah berjumlah 229 DIPA senilai Rp2,3 triliun, sedangkan untuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengelola dana Dekonsentrasi dan tugas pembantuan berjumlah 54 DIPA dari 20 satker OPD dengan nilai Rp153,4 miliar.

"Jika dibandingkan dengan DIPA tahun 2018 yang berjumlah Rp2,8 triliun, maka tahun ini DIPA yang diterima ada penurunan Rp 363 M," kata Supendi, usai menyerahkan DIPA, di ruang rapat Pasir Padi, Kamis (13/12/2018).

Ia menyebutkan, penurunan DIPA ini lantaran DIPA tahun 2018 yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh penerima DIPA.

"Kita melihat dan evaluasi capaian, mereka kita lihat dalam pengerjaan selama ini gimana, kalau masih kurang otomatis tahun depan ada pemotongan, ini menandakan perencanaan yang kurang bagus, apalagi numpuk di akhir tahun," katanya.

Ia meminta, untuk tahun depan agar semua penerima DIPA lebih maksimal mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan dan tidak menumpuk di akhir tahun.

Supendi menyampaikan untuk tahun 2018 hingga 30 November lalu penyerapan anggaran baru Rp 2,2 Triliun dari pagu Rp 2,9 triliun.

"Sampai akhir November dari total pagu Rp 2,9 triliun untuk instansi vertikal dan OPD memperoleh TP realisasinya baru Rp 2,2 triliun. Masih ada Rp 680 miliar yang harus diserap bulan ini artinya 21 persen, dan ini masih terjadi penumpukan di akhir. Walaupun ini lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya," katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved