Anti Splitting Untuk Mendorong Penggunaan Produk Dalam Negeri

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah melaksanakan sosialisasi baik melalui tatap muka langsung maupun

Anti Splitting Untuk Mendorong Penggunaan Produk Dalam Negeri
Bangkapos/Yudha Palistian
Lobby Utama Kantor Pengawasan dan pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Untuk lebih mendorong penggunaan produk dalam negeri agar pertumbuhan industri dalam negeri terus meningkat maka Bea Cukai telah melakukan penyesuaian nilai pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) melalui anti splitting.

Kepala subseksi penyuluhan dan layanan informasi, KPP Bea Cukai Pangkalpinang, Agung Hermawan, mengatakan program anti splitting memberikan relaksasi kelengkapan elemen data perincian pos manifes dan pemberitahuan pabean pemindahan penimbunan barang, Kamis (13/12/2018).

"Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah melaksanakan sosialisasi baik melalui tatap muka langsung maupun media sosial. Diharapkan pengguna jasa dapat segera menyesuaikan dengan aturan baru ini," ungkapnya kepada Bangkapos.com.

Hal tersebut, sesuai dengan nilai pembebasan bea masuk dan pajak (de minimis) di PMK 182/2016 telah ditetapkan untuk kiriman dengan nilai sampai dengan FOB USD 100.

Nilai ini cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa negara, termasuk negara-negara maju.

Sehingga pembebasan diturunkan menjadi FOB USD 75.

Selain itu, Pengenaan cukai atas vape juga tak luput diatur dalam PMK 112. Pembebasan bea masuk, cukai dan pajak dalam rangka impor diberikan untuk impor hasil tembakau lain dalam bentuk cairan.(Bangkapos/Yudha Palistian)

Penulis: Yudha Palistian
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved