Bea Cukai Kini Terapkan Kebijakan Anti Splitting Khusus Barang Impor


Kebijakan itu untuk menciptakan level playing field antara hasil produksi dalam negeri yang berasal dari

Bea Cukai Kini Terapkan Kebijakan Anti Splitting Khusus Barang Impor

Bangkapos/Yudha Palistian
Lobby Utama Kantor Pengawasan dan pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah melalui Bea Cukai menerapkan kebijakan anti-splitting atau penyesuaian nilai pembebasan bea masuk dan pajak untuk barang impor melalui e-commerce.

Kepala subseksi penyuluhan dan layanan informasi, KPP Bea Cukai Pangkalpinang, Agung Hermawan, mengatakan hal tersebut dilakukan untuk memberantas modus pemecahan nilai.

"Kebijakan itu untuk menciptakan level playing  field antara hasil produksi dalam negeri yang berasal dari Industri Kecil Menengah (IKM) dalam membayar pajak dengan produk impor yang marak di pasaran," ungkapnya kepada Bangkapos.com,  Kamis (13/12/2018).

Ia menambahkan,  jadi dulu itu barang kiriman dibatasin 100 USD per orang, tetapi melalui aturan baru menjadi 75 USD satu orang untuk per harinya.

Dulu modusnya impor barang kiriman yang diatas 100 usd dibagi-bagi jumlahnya agar tidak kena pajak.

Selain itu,  agung menjelaskan tujuan dibentuknya kebijakan tersebut untuk melindungi produk didalam negeri karena

barang impor melalui barang kiriman untuk distributor melalui kargo umum masih banyak beredar di pasaran maka penurunan nilai pembebasan dianggap perlu.

"Berlakunya sejak 10 Oktober 2018 lalu diterapkan aturan nilai pembebasan barang kiriman yang baru melalui PMK-112/PMK.04/2028," tutupnya.(Bangkapos/Yudha Palistian)

 

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved