PT Timah Yakini Warga Tak Cemas Soal Tower Crane

Kontraktor pembangunan gedung ini (Transmart -- red) tentunya perusahaan yang profesional di bidangnya

PT Timah Yakini Warga Tak Cemas Soal Tower Crane
Bangka Pos/Ryan Agusta
Tampak Tower Crane (TC) sedang beroperasi guna pekerjaan pembangunan gedung Transmart di lahan RS Bakti Timah Pangkalpinang. Namun sebagian warga khusus pengguna jalan yang melintas di ruas jalan setempat mengkhawatirkan TC terkait penerapan K3. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Sekretaris perusahaan PT Timah Tbk (persero), Haris Amin meyakinkan kepada masyarakat agar tidak mencemaskan atau khawatir soal alat berat berupa crane (TC) yang beroperasi di lokasi proyek pembangunan gedung di lahan Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang.

"Kontraktor pembangunan gedung ini tentunya perusahaan yang profesional di bidangnya," kata Haris yang disampaikan oleh Humas PT Timah Tbk, Anggi Siahaan kepada bangkapos.com, Kamis (13/12/2018) pagi.

Bahkan ditegaskannya jika pihaknya (manajemen PT Timah Tbk) telah melakukan konfirmasi langsung kepada pihak kontraktor (PT Berantas Abipraya) selaku mitra perusahaan BUMN dalam pelaksanaan pembangunan gedung Transmart di lahan milik PT Timah Tbk.

"Untuk Tower Crane (TC -- red) untuk pembangunan gedung tersebut  sudah ada berita acara pemeriksaan uji K3 oleh PT BKI," terang Amin Haris.

Terkait kegiatan proyek pembangunan gedung Transmart Pangkalpinang itu, sejumlah warga sempat mencemaskan soal penggunaan alat berat (TC) yang ada pada proyek pembangunan gedung berlokasi di persimpangan ruas jalan raya Sudirman - Stania, Kelurahan Batin Tikal, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang.

Pasalnya warga atau pengguna kendaraan bermotor atau pengguna jalan lainnya justru mengkhawatirkan soal penggunaan alat berat antara lain crane yang beroperasi pada proyek tersebut, lantaran kondisi atau posisi crane tepat berada di luar lokasi proyek atau posisi crane tersebut berada tepat di atas ruas jalan raya setempat.

"Saya selaku pengguna jalan ini sangat mengkhawatirkan keselamatan diri saya ketika saya melintasi ruas jalan sini. Sebab posisi alat berat itu (crane -- red) tepat berada di atas ruas jalan sini," kata seorang pengendara sepeda motor itu mengaku bernama Yanto (45) kepada bangkapos.com, Selasa (11/12/2018) di Pangkalpinang.

Ungkapan senada dikatakan pengguna jalan lainnya, Ardi (27), bahkan dirinya menyangsikan pola keselamatan kerja (K3) yang diberlakukan oleh pihak pelaksana atau kontraktor yang mengerjakan proyek besar tersebut , hal itu lantaran pola operasional alat berat (crane) yang digunakan kondisinya di lapangan justru keluar dari lingkungan proyek tersebut.

"Kita bicarakan jeleknya dululah! seandainya bobot yang diangkut crane itu tiba-tiba lepas atau pun piranti crane itu roboh lantas apa mesti harus menunggu ada korban jiwa?. Jadi bagaimana dengan penerapan pola K3 yang digunakan pihak pelaksana proyek ini," ungkap warga ini.

Beda halnya kekhawatiran yang diungkapkan oleh Joni (38) warga Pangkalpinang terkait penggunaan alat berat (crane) di lokasi proyek atau lokasi eks Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang.

Warga ini lebih mengkhawatirkan posisi crane saat ini beroperasi relatif dekat dengan jaringan utama aliran listrik yang berada di sekitar lokasi proyek, sehingga kondisi tersebut dikhawatirkanya akan membahayakan keselamatan jiwa manusia.

"Jarak antara jaringan listrik itu sangat dekat crane yang sedang beroperasi itu. Setahu saya ada standar operasional yang mengatur jarak antara crane dengan jaringan aliran listrik utama itu, sebab ini menyangkut keselamatan jiwa manusia yang berada di sekiar," katanya.

(Ryan A Prakasa/BANGKA POS)

Penulis: ryan augusta
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved