TNI Jawab Tuduhan Pengeboman Melalui Udara di Nduga Papua, Ada Klaim Sepihak Soal Zona Tempur

TNI Jawab Tuduhan Pengeboman Melalui Udara di Nduga Papua, Ada Klaim Sepihak Soal Zona Tempur

TNI Jawab Tuduhan Pengeboman Melalui Udara di Nduga Papua, Ada Klaim Sepihak Soal Zona Tempur
KOMPAS.COM/ISTIMEWA
Helikopter milik TNI yang digunakan untuk mengevakuasi para korban pekerja di Nduga, Papua. 

Walaupun itu hanya klaim sepihak karena tidak pernah ada perjanjian antara TNI dan KKSB tentang zona tempur tersebut,” kata dia lagi.

Aidi menegaskan, pernyataan tentang jatuhnya korban sipil, serangan bom dan istilah zona tempur hanyalah upaya propaganda pihak KKSB untuk berusaha menggiring opini publik.

Dia tak habis pikir dengan upaya propaganda itu setelah KKSB membunuh para pekerja secara sadis.

"Ini adalah sikap pengecut dan tidak punya harga diri, sangat hina di mata Tuhan dan di mata kita semua yang hanya berani kepada warga sipil yang tidak berdaya.

Saat TNI bertindak mereka langsung koar-koar melolong bagaikan anjing kejepit minta perhatian kepada publik seolah-olah mereka para KKSB yang teraniaya,” tukas Aidi. (Sumber artikel kompas.com:  TNI: Tak Ada Pengeboman di Nduga, Berita Itu Bohong)

Bertha Pagayang, istri Matius Palinggi, masih ingat dengan jelas pesan terakhir suaminya. "Mama baik-baik saja di rumah, Bapak pergi kerja untuk keluarga".

Saat jenazah Matius tiba di rumah duka, tangis Bertha pun luruh. Matius meninggal dunia setelah serangan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB) di Nduga, Papua.

Sementara itu, dua anggota TNI yang terluka saat baku tembak dengan KKB, masih belum dapat dievakuasi. Cuaca buruk menjadi kendala proses evakuasi.

Berikut ini fakta baru terkait operasi pengamanan wilayah di Nduga, Papua.

1. Pesan Matius Palinggi untuk istrinya

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved