Kurangi Penggunaan Sampah Plastik, Pemprov Wacanakan Buat Perda

Saya baru merumuskan dengan staf khusus, kemungkinan akan dikeluarkan perda plastik

Kurangi Penggunaan Sampah Plastik, Pemprov Wacanakan Buat Perda
Bangka Pos/Krisyanidayati
Gubernur Babel Erzaldi Rosman. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengatakan pihaknya sedang merumuskan untuk penyusunan peraturan daerah pengurangan penggunaan sampah plastik.

"Saya baru merumuskan dengan staf khusus, kemungkinan akan dikeluarkan perda plastik," kata Erzaldi akhir pekan lalu.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Babel, Eko Kurniawan menyebutkan memang ada himbauan dari pemerintah pusat terkait pengurangan plastik.

"Pusat sangat serius untuk mengurangi penggunaan plastik, tapi ini masih dalam bentuk himbauan ke daerah belum ada peraturan pemerintah. Sampah ini kan bagian dari Undang-undang Persampahan," kata Eko, Minggu (16/12).

Eko menyebutkan, pengurangan sampah plastik ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pengurangan sampah nasional, termasuklah pengurangan plastik.

Tak dipungkirinya, penggunaan sampah plastik di Indonesia cukup tinggi, khususnya di Provinsi Babel terbilang tinggi.

Hal ini lantaran mudah dan murahnya mendapatkan plastik.

"Tingkat penggunaan plastik di Babel ini luar biasa tingginya, kita belum pernah menghitung tapi secara kasat mata terlihat penggunaan plastik itu luar biasa si pasar, timbunan sampah di tempat-tempat sampah ini dominan sampah plastik," tambahnya.

Menurutnya, pengurangan plastik akan berkurang apabila ada pembatasan penggunaan, ketidaktersediaan plastik.

"Perlu kesadaran diri sendiri, ketika belanja misalnya nolak biar lah enggak usah pakai plastik. Efek sampah plastik ini luar biasa, karena ini ratusan tahun baru bisa terurai," katanya.

Pihaknya, telah gencar melakukan sosialisasi dan kampanye pengurangan sampah plastik.

Bahkan pihaknya telah melakukan kerjasama dengan beberapa sekolah untuk memanfaatkan plastik menjadi barang berdayaguna.

"Kita terus sosialisasi, yang paling intensif kita ke sekolah-sekolah SMAN 3 dan SMAN 2 misalnya dengan pembibitan menggunakan botol bekas minum jadi wadah, enggak usah pakai polibek," tutupnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved