Bakeuda Pangkalpinang Sebut 14 Ruko Bukan Dikelola Bidang Aset Tapi Disperindagkop

"Jadi Bakeuda punya target, Disperindagkop punya target, Dinas Pertanian punya target, Dinas Pariwisata juga punya target"

Bakeuda Pangkalpinang Sebut 14 Ruko Bukan Dikelola Bidang Aset Tapi Disperindagkop
bangkapos/edwardi
Kepala Bidang Aset Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Pangkalpinang, Syafarudin. 

BANGKAPOS.COM  -- Kepala Bidang Aset Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Pangkalpinang, Syafarudin menjelaskan aset ruko milik Pemkot Pangkalpinang yang berada di Jalan Soekarno Hatta Pangkalpinang itu ada 14 unit ruko saat ini bukan dikelola Bagian Aset, melainkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Pangkalpinang.

"Awalnya dulu 14 ruko ini dibangun untuk keperluan Dekranasda Kota Pangkalpinang," kata Udin sapaan akrab Syafarudin, Selasa (18/12/2018) ditemui di kantornya.

Dilanjutkannya, dengan adanya kepentingan itu maka saat itu dilakukan pencatatan dan pengelolaannya kepada Disperindagkop Kota Pangkalpinang.

"Jadi dengan diserahkannya pencatatan dan pengelolaan 14 ruko kepada Disperindagkop waktu maka semua pengelolaan, kontraknya dan lainnya ada di Disperindagkop, termasuk siapa para penyewanya itu jadi target PAD Disperindagkop," jelasnya.

Ditambahkannya, jadi Bagian Aset ini tugasnya ketika ada aset Pemkot yang tidak tercatat dan dikelola OPD manapun maka aset itu diserahkan kepada Sekda, kemudian Sekda menyerahkan aset itu ke Bidang Aset.

"Bidang Aset ini sebagai pembantu pengelola barang aset milik daerah yang dikelola sekda, jadi aset yang tercatat di SKPD masing-masing itu menjadi tanggangjawab SKPD itu, baik itu PADnya, pemeliharaan, dan apapun yang terjadi disana tanggung jawab SKPD itu," ujarnya.

Diungkapkannya, Bidang Aset tugasnya mencatat seluruh aset milik Pemkot direkap dan dicatat secara administrasinya. Termasuk PAD nyadijadikan satu dengan PAD pemakaian aset daerah.

"Jadi Bakeuda punya target, Disperindagkop punya target, Dinas Pertanian punya target, Dinas Pariwisata juga punya target.

"Jadi ada empat dinas inilah yang menghasilkan PAD dari pemakaian aset daerah," ujarnya.

Ditegaskannya, Bagian Aset siap datang bila dipanggil DPRD Pangkalpinang untuk memberikan penjelesannya, karena memang sudah tugas bidang Aset untuk memantaunya, tetapi tanggungjawab ada di dinas terkait.

"Jadi kita siap dipanggil dewan tapi tanggungjawab sepenuhnya ada di SKPD terkait," tegasnya. (BANGKAPOS.COM/EDWARDI).

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved