Malang Melintang di Papua, Irjen Paulus Waterpauw Sebut KKB 'Free Man' yang Ingin Berkuasa

Irjen Paulus Waterpauw sangat paham kelompok bersenjata yang dia sebut sebagai kelompok pemuda 'free man' di Papua.

BANGKAPOS.COM - Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw sudah malang-melintang di Papua.

Selama 14 tahun berdinas di Bumi Cendrawasih, ia pernah menjabat Kapolda Papua, Kapolda Papua Barat, Wakapolda Papua, Direktur Reserse dan Kapolres Mimika.

Putra asli Fakfak berumur 55 tahun itu sangat paham seluk-beluk daerah setempat, termasuk mengenai kelompok bersenjata yang dia sebut sebagai kelompok pemuda 'free man' penembak mati 16 orang pekerja PT Istaka Karya yang membangun jembatan Habema-Mugi, Kabupaten Nduga, pada 1 Desember 2018 lalu.

Baca: Fakta Terbaru Kasus KKB Papua: Propaganda Egianus Cs Hingga Wiranto Sebut KKB Kelompok Tersesat

Paulus mengaku, KKB berisi pemuda-pemuda yang merasa bebas melakukan apa saja.

"Setahu saya sebenarnya, anggota KKB ini berisi anak-anak muda. Saya bilangnya mereka ini "Free Man". Manusia yang bebas. Mereka ini yang sudah nyaman dengan posisinya. Mendapatkan apa yang mereka mau dengan cara memaksa, mengancam bahkan menghilangkan nyawa. Lebih mudah, karena mereka punya senjata kan?," ujar Paulus.

Paulus juga mengungkapkan, selama dirinya bertugas, nama Egianus Kogoya tidak dikenalnya.

Ia menyebut, Egianus Kogoya merupakan orang baru.

"Tidak. Saya baru tahu nama itu. Dia mungkin orang baru, ya. Saya belum pernah dengar nama itu sebelumnya. Nama pimpinan yang terkenal sekali sampai sekarang itu adalah Goliath Tabuni. Dulu ada Kelik Kwalik (seorang pemimpin separatis senior dan komandan dari sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kelik meninggal di Timika, 16 Desember 2009, Red). Kalau Egianus itu, saya tidak mengetahui," ucap Paulus.

Baca: Panglima TPNPB-OPM Goliat Tabuni Ancam Tembak Mati Rakyat Papua Barat yang Membela TNI-Polri

Terkait OPM, Paulus menyebut tidak ada lagi kelompok Papua Merdeka.

Paulus mengatakan, KKB diisi oleh pemuda-pemuda yang ingin berkuasa di Tanah Papua.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved