Cegah Penanaman Lada Berkualitas Rendah, Erzaldi Perketat Penjualan Bibit Lada

Kondisi rendahnya hasil panen lada para petani ini diantaranya disebabkan bibit lada yang ditanam oleh petani berkualitas rendah

Cegah Penanaman Lada Berkualitas Rendah, Erzaldi Perketat Penjualan Bibit Lada
bangkapos/nurhayati
Bibit lada ex-vitro yang dibudidayakan Dinas Pertanian Kabupaten Bangka yang dibagikan kepada kelompok tani di Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM -- Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan meminta agar penjualan bibit lada kepada para petani diperketat untuk mencegah terjadinya penanaman lada kualitas rendah.

Untuk itu Erzaldi meminta agar bibit lada yang dijual sudah memiliki sertifikasi dan berkualitas sehingga bisa meningkatkan hasil lada yang dipanen petani di Bangka Belitung.

"Pada tahun 2020 ditargetkan bagi penjual bibit lada tidak diperbolehkan lagi menjual bibit ke petani secara sembarangan. Kami ingin mencegah terjadinya penanaman lada dengan bibit kualitas rendah," kata Erzaldi, Rabu (19/12/2018) kepada bangkapos.com.

Ia menilai, hasil panen lada oleh petani di Babel hanya mampu memproduksi maksimal 400 kilogram per hektar. Hasil produksi tersebut jumlah jauh ketinggalan dibandingkan produksi lada di Vietnam yang mampu mencapai tiga ton perhektar.

Kondisi rendahnya hasil panen lada para petani ini diantaranya disebabkan bibit lada yang ditanam oleh petani berkualitas rendah.

"Persoalan bibit tanaman palsu juga terjadi pada kelapa sawit, dimana hasil rendemen tidak masuk angka standar yang mengakibatkan harga jualnya rendah," ungkap Erzaldi.

Ia minta Dinas Pertanian Babel mengatur agar bibit lada yang ditanam oleh petani berkualitas baik dan memiliki sertifikat hasil uji laboratorium lapangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari penjualan bibit lada sembarangan.

Untuk itu Erzaldi segera mengirim surat keseluruh pemerintah kabupaten agar segera membuat aturan daerah untuk melarang penjualan bibit lada baik oleh petani maupun pihak swasta yang tidak memiliki sertifikat.

"Dengan penggunaan bibit palsu berdampak pada kurang maksimalnya hasil produksi panen lada petani," tegas Erzaldi. (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved