Kasus Demam Berdarah Meningkat Drastis, Tahun Ini Dua Orang Meninggal

Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat tahun ini ada dua orang yang meninggal akibat terserang demam berdarah (DBD).

Kasus Demam Berdarah Meningkat Drastis, Tahun Ini Dua Orang Meninggal
Bangka Pos/Krisyanidayati
Analis Penyakit Menular Dinas Kesehatan Babel, Syaifullah. 

BANGKAPOS.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat tahun ini ada dua orang yang meninggal akibat terserang demam berdarah (DBD).

Dua orang yang meninggal usia anak-anak, terjadi di Bangka Barat dan kabupaten Bangka.

Hingga awal Desember 2018 ini sudah tercatat sebanyak 518 kasus DBD yang terjadi di tujuh kabupaten/kota. Dengan kasus tertinggi di kabupaten Bangka Barat 182 kasus, disusul oleh Pangkalpinang dan Bangka Tengah dengan 127 kasus.

"Tahun ini sudah dua meninggal, dan ini terjadi pada anak-anak," kata Analis Penyakit Menular Dinas Kesehatan Babel, Syaifullah, Kamis (20/12/2018).

Jika dibandingkan dengan tahun 2017, jumlah kasus pada 2018 meningkat drastis. Tahun 2017 hanya ada 233 kasus dan tidak ada yang meninggal.

"Tahun 2017 ada program satu rumah ada juru pemantau jentik yang dibiayai APBD, sekarang enggak ada lagi. Seharusnya, ini tetap berjalan dan dilaksanakan lurah dan kepala desa," katanya.

Ia menyebutkan jumlah kasus DBD ini terus bertambah sejak Oktober ini. Lantaran kurangnya kesadaran masyarakat untuk Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan membuang jentik nyamuk di penampungan air.

"Peningkatan kasus mulai banyak terjadi pada Oktober ini. Kita mengajak masyarakat untuk peduli dan mau memberantas jentik nyamuk seminggu sekali," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved