Meski Tak Berdampak, KONI Pangkalpinang Sayangkan OTT Pejabat Kemenpora dan KONI

Nurdin Yusuf menyayangkan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga dan KONI.

Meski Tak Berdampak, KONI Pangkalpinang Sayangkan OTT Pejabat Kemenpora dan KONI
BANGKA POS / DEDY Q
Ketua KONI Pangkalpinang Nurdin Yusuf 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -  Meski tak berpengaruh pada pihaknya, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pangkalpinang Nurdin Yusuf menyayangkan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga dan KONI. Menurut Nurdin, pengelolaan olahraga melalui KONI mesti profesional.

"Kami sangat sayangkan itu. KONI kan sebagai tempat pembinaan atlet-atlet berprestasi, tidak disangka-sangka begitu dibuatnya," kata Nurdin kepada bangkapos.com, Kamis (20/12/2018).

Dia menyebut, kasus OTT terkait hibah itu tak memiliki dampak bagi KONI Pangkalpinang. Lagi pula selama ini, pihaknya tak pernah mengajukan hibah ke pusat.

Operasionalisasi KONI Pangkalpinang selama ini mengandalkan hibah dari Pemkot Pangkalpinang. Pada 2018 ini misalnya, pihaknya didukung Pemkot Pangkalpinang melalui hibah sebesar Rp 14 miliar.

"Tidak ada kami ajukan ke pusat. Sejauh ini kami murni pakai hibah dari Pemkot. Dari provinsi juga tidak ada. Tahun ini kami dapat hibah Rp 14 miliar sekian. Paling besar dana hibah kami se-Babel. Kami benar-benar terima kasih sudah disupport pemerintag daerah seperti ini. Mudah-mudahan bisa menghasilka  atlet-atlet berprestasi," ucapnya.

Menurut Nurdin, adanya kasus ini menggambarkan bagaimana pembinaan olahraga di Indonesia. Menurut dia, jika di atasnya buruk, maka bukan tidak mungkin jajaran di bawah pun demikian. 

"Kalau kita milih ikan, kalau kepalanya busuk, berarti seluruh ikan itu busuk. Jangan lagi begini. Kami, alhamdulillah di Pangkalpinang, saat ini juga, kalau mau diperiksa, silakan, kami cukup honor saja, sudah. Kami sisa-sisa usia yang sudah pensiun-pensiun, untuk bakti  kepada masyarakat saja,"ucap dia.

Apalagi yang tersangkut kasus adalah pejabat penting. Hal-hal seperti ini, menurut Nurdin, akan membuat olahraga di Indonesia semakin maju.

"Kalau yang seperti ini, pegang jabatan, punya wewenang, dibuat seperti itu, sedih lah kami. Susah majunya kita ini," kata Nurdin

Dilangsir dari tribunnews.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) di kantor Kemenpora dan kantor KONI. Pada OTT tersebut KPK berhasil menemukan uang sekitar Rp 7 miliar yang dibungkus di dalam plastik di kantor KONI.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memberikan keterangan kronologi penangkapan terjadi pada Selasa (18/12/2018) malam.

Sebanyak 12 orang diamankan dalam OTT tersebut. Dari 12 orang tersebut sebanyak 5 orang ditetapkan sebagai tersangka. (BANGKAPOS.COM / Dedy Q)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved