PMI Pangkalpinang Butuh 12.884 Kantung Darah dalam Setahun

Realisasi saat ini masih kesulitan dengan pendonor sukarela, infomasi sampai hari ini masih kekurangan stock darah A, B dan AB.

PMI Pangkalpinang Butuh 12.884 Kantung Darah dalam Setahun
bangkapos/edwardi
Walikota Pangkalpinang diwakili Asisten Bidang Pembangunan dan Kesra, Suparyono membuka kegiatan Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) PMI Kota Pangkalpinang dalam rangka Evaluasi Kegiatan Tahun 2018 dan menyiapkan Rencana Kegiatan Tahun 2019 di Sahid Bangka Hotel Pangkalpinang, Kamis (20/12/2018). 

BANGKAPOS.COM  -- Walikota Pangkalpinang diwakili Asisten Bidang Pembangunan dan Kesra, Suparyono membuka kegiatan Musyawarah Kerja Kota (Mukerkot) PMI Kota Pangkalpinang dalam rangka Evaluasi Kegiatan Tahun 2018 dan menyiapkan Rencana Kegiatan Tahun 2019 di Sahid Bangka Hotel Pangkalpinang, Kamis (20/12/2018).

Suparyono mengatakan Pemkot Pangkalpinang menyambut baik terselenggaranya Musyawarah Kerja PMI Kota Pangkalpinang karena Mukerkot Ini merupakan forum konsolidasi internal, mengevaluasi kinerja pengurus Tahun 2018 dan merencanakan Kegiatan Tahun 2019 yang akan datang.

"PMI yang kita kenal sebagai organisasi sosial yang selalu terkait dengan donor darah. Tentu kita tahu bahwa donor darah adalah penyambung kehidupan sesama manusia. Karena darah sebagian kehidupan kita semua, hanya dapat disandingkan dengan suatu sumbangan dari sesama manusia," katanya.

Ditambahkannya, Kota Pangkalpinang dengan jumlah penduduk sekitar 225.000 an jiwa, tentunya bila 2% dari jumlah tersebut yang donor darah, maka sebanyak 4.000 an pendonor darah dapat diperoleh.

"Ini artinya kebutuhan akan darah untuk setahun sebagaimana disampaikan PMI Kota Pangkalpinang sebesar 12.884 kantong setahun sebetulnya bisa terpenuhi. 12.884 dibagi 12 bulan artinya setiap bulan butuh 1.072 kantong," jelasnya..

Namun realisasi yang ada saat ini masih kesulitan dengan pendonor sukarela yang ada, infomasi sampai hari ini masih kekurangan stock darah A, B dan AB.

"Saya berharap ini bisa kita atasi bersama melalui sosialisasi atau kegiatan lainnya sehingga kebutuhan akan darah yang aman dapat terpenuhi," harapnya.

Suparyono mengucapkan terimakasih atas kegiatan yang telah banyak dilakukan dalam pembinaan relawan termasuk PMR di sekolah.

"PMR ini adalah cikal bakal menjadi pendonor darah sukarela karena telah dididik dengan kegiatan sosial kemanusiaan di usia remaja," ujarnya. (BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved