BBI Sungailiat Berhasil Tingkatkan PAD Rp 79 Juta dari Penjualan Benih Ikan

Balai Benih Ikan (BBI) Sungailiat, Kabupaten Bangka berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang ditetapkan Pemkab Bangka

BBI Sungailiat Berhasil Tingkatkan PAD Rp 79 Juta dari Penjualan Benih Ikan
bangkapos/nurhayati
Kepala BBI Sungailiat Sujono menunjukan pembenihan ikan di BBI Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM -- Balai Benih Ikan (BBI) Sungailiat, Kabupaten Bangka berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang ditetapkan Pemkab Bangka, bahkan melampui target yang ditetapkan.

Kepala BBI Sungailiat Sujono, mengatakan, PAD yang berhasil diperoleh hingga saat ini sudah sebesar Rp 79 juta melebihi dari target yang ditetapkan senilai Rp 77 juta.

Diakuinya, keberhasilan menerima PAD dengan nilai melebihi target tersebut, karena animo masyarakat sudah banyak pembudidaya ikan air tawar.

Jenis ikan yang banyak dibudidayakan masyarakat seperti lele, patin, bawal, ikan emas dan baung.

"Untuk harga benih ikan yang dijual ke masyarakat kami, disesuaikan dengan ukuran dan jenis ikan yang butuhkan," jelas Sujono.

Harga benih ikan yang jual seperti nila dengan ukuran dua sampai tiga centimeter dijual seharga Rp 150 sedangkan ukuran tujuh sampai sembilan centimeter dijual dengan harga Rp 475.

Untuk benih nila biasa ukuran dua sampai tiga centimeter dijual seharga Rp175 dan untuk ukuran tujuh sampai sembilan centimeter dijual dengan Rp 500.

Harga benih ikan emas harga jual terendah Rp 200 dan tertinggi Rp 1.000 dengan ukuran tujuh sampai sembilan centimeter, benih ikan baung harga jual terendah Rp900 tertinggi Rp 2.500.

Sedangkan benih ikan jenis gurami, harga terendah Rp 600 dan tertinggi Rp 2.000, benih ikan patin harga jual terendah Rp250 dan tertinggi Rp 750, bawal terendah Rp250 dan tertinggi Rp 600, benih ikan lele sangkuriang harga terendah dijual Rp 175 dan tertinggi Rp 450.

Untuk memenuhi pasaran kebutuhan benih ikan yang dibudidayakan oleh masyarakat BBI Sungailiat sudah mempersiapkan sejumlah benih ikan guna memenuhi kebutuhan pada Tahun 2019 nanti.

"Proses pemijahan baru pada tahap penetasan. Ini untuk persiapan pembudidaya tahun 2019," kata Sujono.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved