Rudianto Tjen Jadikan Momentum Natal Perkuat Rasa Persatuan Antar Warga Babel

Melalui Momentum Hari Natal, Rudianto Tjen, Anggota DPR ingin mengajak seluruh warga Babel untuk terus menjunjung tinggi rasa persaudaraan antar sesam

Rudianto Tjen Jadikan Momentum Natal Perkuat Rasa Persatuan Antar Warga Babel
Bangkapos.com
Rudianto Tjen Bersalaman dengan warga saat menghadiri acara kawin massal di Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM--Melalui Momentum Hari Natal, Rudianto Tjen, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bangka Belitung (Babel), ingin mengajak seluruh warga Babel untuk terus menjunjung tinggi rasa persaudaraan antar sesama.

Rudi melihat saat ini bangsa Indonesia sedang dilanda polemik yang tak kunjung henti, satu sama lain saling adu gontok, seling berselisih yang dapat berujung pertengkaran hanya karena berbeda suku, agama maupun budaya.

“Mari kita jadikan hari Natal tahun ini sebagai hari yang menguatkan rasa persaudaraan kita antar sesama. Jangan ada lagi perselisihan yang dapat menimbulkan pertengkaran,” kata Rudianto Tjen.

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menyayangkan jika ada pihak-pihak yang sengaja membuat suasana semakin tidak kondusif dengan menyebarkan fitnah-fitnah.

Menurutnya, jangan hanya karena perbedaan suku, agama, maupun budaya membuat warga mengkotak-kotakan golongan mereka sendiri. Sehingga persatuan dan kesatuan bangsa pun bisa runtuh.

“Kita harapkan, kita semua menjaga suasana agar lebih kondusif. Kita juga harus waspada terhadap fitnah-fitnah yang berseliweran, yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka cuma ingin merusak rasa persatuan dan kesatuan kita,” ucap Rudianto Tjen.

“Dan juga jangan sampai, berbedanya kita, baik suku, agama atau budaya, membuat kita mengkotak-kotakan golongan sendiri dan benci dengan golongan lain, jangan sampai itu terjadi,” sambungnya.

Wakil rakyat asal Babel itu pun ingin mengajak segenap warga Babel menjadi warga percontohan yang memberikan contoh daerah lain bahwa pentingnya memiliki rasa persaudaraan yang tinggi.

Lanjut Rudi mengatakan, bahwa Babel ini dihuni dengan beragam suku, agama dan budaya. Tapi bukan berarti berbedanya warga Babel, menjadi penyebab untuk tidak bersatu.

“Mari kita warga Babel, kita tunjukkan kepada daerah lain, bahwa dengan bermacam-macam suku, agama dan budaya yang ada, tidak membuat kita berselisih satu sama lain,” ungkap Rudianto Tjen.

“Kita harus ingat, bahwa bangsa ini dimerdekakan oleh pahlawan kita dari Sabang sampai Merauke, dengan berbeda sukunya, agamanya, budayanya. Hingga berdirilah semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu,” pungkasnya.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved