Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Nelayan Sungai Wak Bah Pasang Pancing Tajur Ikan Sembilang

Para nelayan di daerah ini berusaha mencari nafkah bagi keluarga dengan memasang pancing tajur dan jaring ikan

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Nelayan Sungai Wak Bah Pasang Pancing Tajur Ikan Sembilang
bangkapos/edwardi
Kapal nelayan berlabuh di tepian Sungai Wak Bah Belinyu 

BANGKAPOS.COM  -- Saat musim barat gelombang air laut tinggi, angin kencang dan cuaca yang tidak menentu seperti yang terjadi saat ini tidak membuat para nelayan tradisional di pelabuhan Sungai Wak Buah Kelurahan Air Jukung Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kehilangan akal untuk menangkap ikan.

Para nelayan di daerah ini tetap berusaha mencari nafkah bagi keluarga dengan memasang pancing tajur dan jaring ikan di bagian pinggiran pantai dan muara sungai.

"Gelombang laut saat ini sedang tinggi dan angin kencang maklum musim barat pak," kata Ari, nelayan Sungai Wak Bah Belinyu yang ditemui bangkapos.com, Selasa (25/12/2018).

Para nelayan disini tetap ke laut cari ikan dengan cara memasang pancing tajur dan jaring di muara sungai atau pinggir pantai saja.

Kapal nelayan berlabuh di tepian Sungai Wak Bah Belinyu.
Kapal nelayan berlabuh di tepian Sungai Wak Bah Belinyu. (bangkapos/edwardi)

"Kalau ke tengah laut kita tidak berani pak, kita pasang ratusan pancing tajur di sepanjang sungai, muara dan pinggiran laut. Biasanya saat musim barat banyak ikan Sembilang (sejenis ikan lele laut, red). Kalau jaring saat ini banyak ikan belanak," ujarnya.

Diungkapkannya, harga jual ikan Sembilang saat ini diambil pedagang pengepul Rp 30.000-35.000 per kg, sedangkan.pedagang pengepul menjualnya ke masyarakat Rp 40.000 per kg.

"Kalau ikan belanak harganya lebih mahal dari ikan Sembilang, biasanya ukuran sedang sampai besar Rp 40.000 per kilogram," ungkapnya.

Sementara Tri, warga yang membeli ikan mengaku lebih suka membeli ikan langsung ke dermaga nelayan sambil jalan-jalan melihat suasana sungai.

"Ikan-ikan yang ditangkap nelayan disini kondisinya masih segar dan rasa ikannya lebih enak, karena nelayan disini melaut pulang hari sehingga ikan tidak kena es bahkan kadang ikannya masih hidup," tukasnya.
(BANGKAPOS.COM/EDWARDI).

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved