Rudianto Tjen Berupaya Tingkatkan Eksistensi Kesenian Barongsai di Babel

Rudianto Tjen juga berharap bahwa kesenian di Babel ini harus terus dibina dan dikembangkan, sehingga

Rudianto Tjen Berupaya Tingkatkan Eksistensi Kesenian Barongsai di Babel
Bangkapos
Rudianto Tjen Berupaya Tingkatkan Eksistensi Kesenian Barongsai di Babel 

BANGKAPOS.COM--Rudianto Tjen, Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan Dapil Bangka Belitung (Babel), akan terus berusaha untuk mendorong eksistensi kesenian Barongsai yang ada di Babel.

Pasalnya, Kesenian Barongsai sudah mulai mencetak banyak prestasi baik kancah nasional maupun internasional.

Rudianto Tjen sendiri melihat perkembangan kesenian Barongsai di Babel cukup bagus.

Pasalnya, di setiap kunjungan silaturahminya, terkadang disambut oleh kesenian Barongsai.

"Cukup bagus menurut saya, zamannya saya masih kecil jarang saya nonton seperti ini, tetapi sekarang ini setiap desa saya sering dihidangkan pertunjukan-pertunjukan kesenian seperti ini," kata Rudianto Tjen.

Hal itu di disampaikan saat Rudi berkunjung ke warga Kampung Jeruk, Bangka Tengah, Bangka Belitung.

Para warga Desa Jeruk merasa senang dengan kedatangan Rudianto Tjen saat itu.

Hal tersebut ditunjukkan mereka dengan menampilkan sebuah pertunjukkan kesenian Barongsai.

Tiga ekor barongsai berbentuk singa beraksi dengan lincah mengerumuni Rudianto Tjen, dengan penuh semangat barongsai-barongsai itu lihai menari dengan gerakkan-gerakkan yang energik, yang juga menjadi simbol penyambutan Rudianto Tjen.

Rudianto Tjen pun merasa senang disuguhi kesenian Barongsai saat itu. Di lain sisi, Rudianto Tjen memang dikenal sosok yang peduli dengan kesenian dan budaya Babel.

Ia akan terus menyuarakan bahwa pentingnya pelestarian kesenian dan budaya di Babel itu sendiri.

Rudianto Tjen juga berharap bahwa kesenian di Babel ini harus terus dibina dan dikembangkan, sehingga kesenian ini akan terus dikenal hingga berlanjut ke generasi kedepan, termasuk kesenian Barongsai.

"Saya berharap kesenian ini harus kita bina terus, harus kita kembangkan terus, harus kita jadikan bahwa anak cucu kita mengenal kesenian-kesenian seperti ini," ungkap Rudianto Tjen.

Pria yang kerap berkacamata itu, mengkhawatirkan bahwa jika kesenian di Babel tidak dibina dan dikembangkan, nantinya akan hilang termakan zaman.

"Jangan sampai nanti dunia semakin modern, kesenian kita yang dari nenek moyang kita itu hilang ditelan bumi," imbuhnya.(*)

Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved