Belum Semua Daerah di Babel Terkoneksi Jaringan Internet

Kendala infrastruktur jaringan membuat belum semua daerah terkoneksi dengan jaringan internet.

Belum Semua Daerah di Babel Terkoneksi Jaringan Internet
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sudarman. 

BANGKAPOS.COM - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sudarman mengatakan, belum seluruh wilayah di Babel terkoneksi jaringan internet, khususunya pulau-pulau kecil.

Ia menyebutkan, untuk koneksi komunikasi sudah mencapai 90 persen lebih. Sedangkan untuk cakupan jangkauan internet belum sampai 90 persen.

Sudaraman menjelaskan, untuk ibukota kabupaten sudah terjangkau internet, namun kualitasnya yang berbeda-beda.

"Infrastruktur jaringan kita ingin sampai ke desa dan sedang diusahakan, ada desa yang belum terjangkau internet terutama pulau kecil yang belum. Derajat kualitas jaringan kita juga belum merata, untuk 4G masih didominasi di ibukota kabupaten. Ini karena Infrastruktur jaringan yang belum merata," katanya, Rabu (26/12/2018).

"Kalau untuk komunikasi sudah diatas 90 persen lebih, jaringan internetnya yang belum," tambahnya.

Ia menyebutkan, kendala infrastruktur jaringan membuat belum semua daerah terkoneksi dengan jaringan internet. Untuk memperkuat akses internet tidak hanya melalui BTS melainkan juga fiber optic.

Kendala yang perlu dikembangkan infrastruktur, swasta BTS daru kalangan pemerintah Fiber Optic kan ini jangkauan bekum seluruh ke internet. Biayanya mahal, kendala di infrastruktur saluran internet baik atas maupun BTS.

"Infrastruktur jaringan harus tersedia, ini yang sedang kita upayakan. SDM masyarakat maupun pengelola harus bisa mengoperasikan," katanya.

Staf khsusus gubernur bidang IT, Saparudin mengatakan, untuk menjadi smart island jaringan internet merupakan hal yang penting.

Ia menjelaskan untuk menjalankan konsep smart island untuk menyeimbangkan dan membentuk harmoni baru dalam mengelola dan menggunakan sumber daya yang ada secara cerdas, selektif dan inovatif dengan dukungan teknologi khususnya teknologi komunikasi dan informatika.

"Teknologi tidak hanya mampu menyajikan data dan informasi yang akurat san terkini. Tetapi juga menjadi bagian dari solusi bagi penanggulangan bencana, perbaikan ekonomi, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup berkelanjutan," katanya dalam pemaparan saat penyelenggaraan sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, di ruang rapat Tanjung Pesona, Rabu (26/12/2018).

Lebih lanjut, ia menyampaikan kehidupan modern dicirikan dengan ketergantungan teknologi, kemajuan teknologi internet masif digunakan dalam banyak aspek kehidupan sebagai media informasi, komunikasi dan transaksi secara masal.

Teknologi informasi juga erat kaitannya dengan Smart Economy. Ekonomi digital mampu meningkatkan peluang masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi secara efektif dan efisien, produktivitas, persaingan dalam pasar internasional, mereduksi biaya operasional lebih minimal, dan lebih produktif.

"Misalnya, rambutan mau dijual tinggal foto unggah melalui teknologi informasi komunikasi, pilihannya mau borong per batang atau perkilo. Ini kan memudahkan pedagang kita, enggak perlu harus pakai tengkulak, enggak perlu pakai lapak jual lan. Kalau internet sampai ke desa, enggak ada lagi tengkulak," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved