Breaking News:

Pantai Teluk Uber Alternatif Destinasi Wisata di Pulau Bangka

Pantai Teluk Uber yang tidak jauh dari Pantai Tanjung Pesona menjadi destinasi wisata bagi para wisatawan lokal maupun luar

Penulis: nurhayati | Editor: M Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pantai Teluk Uber yang tidak jauh dari Pantai Tanjung Pesona menjadi destinasi wisata bagi para wisatawan lokal maupun luar.

Terletak di Desa Rambak Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka hanya sekitar 17 menit dari pusat kota ini menjadi alternatif yang menyenangkan saat libur sekolah pada akhir tahun 2018.

Pantai yang berada di teluk dihiasi bebatuan granit dengan pepohonan hijau ini tidak terlalu ramai dikunjungi para wisatawan.

Keindahan Pantai Teluk Uber ini juga dipercantik dengan jejeran perahu nelayan yang dicat warna-warni.

Pasir pantai yang putih dengan air berwarna biru kehijauan-hijauan  yang cukup jernih sungguh menggoda para pengunjung untuk mandi di laut.

Sayangnya saat bangkapos.com, Selasa (25/12/2018) bertepatan dengan libur Natal, mandi di Pantai Teluk Uber, air laut berbau solar kendati tidak terlihat adanya tumpahan ceceran BBM.

Tidak diketahui pasti darimana penyebabnya apakah dari perahu-perahu nelayan yang ditambatkan ataukah dari kapal isap produksi (KIP) yang tampak dari kejauhan pantai tersebut.

Selain itu juga walaupun sebagian lokasi pantai sudah dibersihkan oleh pemilik warung di sekitar pantai tetapi masih ada sampah yang berceceran.

Kendati demikian Pantai Teluk Uber masih tetap menjadi lokasi liburan yang menyenangkan untuk keluarga.

"Kalau disini enak, lautnya tenang dan tidak begitu ramai pengunjung yang datang. Apalagi kalau datang pagi sepi terasa pantai milik pribadi tapi sayangnya waktu kita mandi air lautnya berbau seperti solar," ungkap Hanum yang datang bersama suami dan anak-anaknya.

Tampak beberapa kendaraan bermotor dengan keranjang rotan diparkirkan di tepi pantai karena sang pemiliknya melaut dan akan pulang sore nanti.

Menurut dua nelayan yang akan melaut saat berbincang dengan bangkapos.com mengaku mereka tidak terlalu jauh melaut hanya sekitar 32 kilometer dari Pantai Rebo.

"Kalau dihitung-hitung dari Sungailiat ke Pangkalpinang. Kami dak menginep paling pegi pagi sore sudah pulang," kata nelayan tersebut kepada bangkapos.com.

Diakuinya kondisi cuaca sekarang kendati cukup ekstrem karena hujan lebat tetapi gelombang dilautan tidak begitu tinggi. "Kalau kondisi sekarang gelombang belum seberapa. Mungkin nanti akhir tahun ini," ungkap nelayan.

Dia juga menyebutkan adanya gempa dan tsunami di Banten akibat erupsi anak Gunung Krakatau tidak berpengaruh terhadap kondisi di perairan Pulau Bangka. Namun mereka berharap kondisi di lautan tetap aman dan Pulau Bangka terlindungi dari bencana alam. (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved