Penulis Buku Resimen Pelopor Minta Maaf dan Berikan Klarifikasi Soal RPKAD

Maka saya dan penulis satunya, Andi Muh. Darlis memutuskan menghapus cerita tersebut di edisi revisi yang dicetak pada 2013

Penulis Buku Resimen Pelopor Minta Maaf dan Berikan Klarifikasi Soal RPKAD
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Anton Agus (tengah) memberi klarifikasi terkait bukunya, Resimen Pelopor, Rabu (26/12/2018). 

BANGKAPOS.COM-- Buku berjudul Resimen Pelopor disebar luas pada 2011 lalu.

Buku ini menceritakan tentang Resimen Pelopor, sebuah pasukan pembela tanah air yang lahir saat kemerdekaan Indonesia masih seumur jagung.

Namun, buku ini dikritik sejumlah pihak karena abai terhadap sejarah yang sesungguhnya.

Maka, si penulis, Anton Agus Setyawan meminta maaf.

Menggelar jumpa pers di Solo, Rabu (26/12/2018) Anton meminta maaf kepada semua pihak yang dirugikan terkait isi buku tersebut, terutama TNI dan Polri.

"Saya meminta maaf apabila ada yang terganggu dengan informasi ini. Ini adalah kelalaian penulis," katanya.

Menurutnya, dalam buku tersebut ada bagian yang tak sesuai dengan sejarah yang sebenarnya.

Yakni di bab 9 buku tersebut, yang menurutnya memang mengandung informasi tak valid terkait Resimen Pelopor.

"Di bab tersebut yakni resimen bentrokan dengan RPKAD (sekarang Kopassus -Red). Dalam buku ini dijelaskan terjadi bentrokan keduanya, yang membuat resimen menduduki kantor RPKAD di Cijantung pada 1968," ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut menjadi tidak valid karena sumber hal tersebut hanyalah wawancara saja.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved