Dinkes Pangkalpinang Akan Telusuri dan Bina Tempat Usaha yang Gunakan Bahan Berformalin

Dinkes PPKB Pangkalpinang akan melakukan pembinaan terhadap sejumlah tempat usaha yang diindikasikan menggunakan bahan baku berformalin

Dinkes Pangkalpinang Akan Telusuri dan Bina Tempat Usaha yang Gunakan Bahan Berformalin
Bangka Pos / Dedi Qurniawan
Kabid Kesmas Dinkes PPKB Pangkalpinang Suprihatin 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--- Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Pangkalpinang akan melakukan pembinaan terhadap sejumlah tempat usaha di Pangkalpinang yang diindikasikan menggunakan bahan baku berformalin. Asal-usul bahan makanan yang digunakan juga akan ditelusuri.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes PPKB Pangkalpinang Suprihatin didampingi Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olaharga Widya Eva Sari kepada Bangka Pos, Kamis (27/12/2018).

Keduanya mengonfirmasi kebenaran surat ber-kop Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Palembang yang berisi laporan hasil pemeriksaan sampel makanan dan air kegiatan pemeriksaan kesehatan pada situasi khusus dan bencana berpotensi KLB/wabah dan SKD di Kota Pangkalpinang pada 10-13 Desember 2018 dan beredar di masyarakat Pangkalpinang melalui grup-grup Whats App.

"Yang jelas kami akan lakukan pembinaan atas informasi yang beredar di masyarakat ini. Ada lima item yang dinyatakan terindikasi mengandung formalin," kata Suprihatin.

Dia menyatakan, formalin dilarang keras dimasukkan ke dalam bahan makanan. Praktik berbahaya ini dilakukan untuk mengawetkan bahan makanan.

"Mengonsumsinya sangat berbahaya, dapat merusak organ dlaam tubuh, bisa sampai menyebabkan kematian," katanya.

"Kami akan mengonfirmasi mereka lewat puskesmas, akan kami datangi. Ini lagi kami inventarisir," katanya lagi.

Widya Evas Sari menambahkan, pihaknya akan menelusir asal bahan baku yang digunakan para pedagang. Menurut dia, pada kasus seperti ini, kesalahan belum tentu dilakukan oleh pedagang.

Penelusuran akan dilakukan hingga ke akar asal usul bahan makanan.

"Kami akan menelusuri asal usulnya. Kalau kasus seperti ini, bukan berarti pedagang otomatis salah. Kebetulan ditemukan di tempat mereka berjualan. Kami akan telusuri di mana mereka beli tahunya, mie-nya, daging gilingnya di mana. Kalau ditelusuri di mana belinya, berarti kan bisa berarti bukan hanya satu pedagang yang pakai bahan baku itu," tutur Widya.

Surat ber-kop Kementerian Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Palembang yang berisi laporan hasil pemeriksaan sampel makanan dan air kegiatan pemeriksaan kesehatan pada situasi khusus dan bencana berpotensi KLB/wabah dan SKD di Kota Pangkalpinang pada 10-13 Desember 2018 dan beredar di masyarakat Pangkalpinang melalui grup-grup Whats App.

Dinkes PPKB Pangkalpinang mengonfirmasi kebenaran informasi dan hasil pemeriksaan tersebut.

Di dalam laporan tersebut, ada 25 sampel makanan dari sejumlah tempat usaha di Pasirpadi dan Alun-alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang. Enam di antara sampel kemudian dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat karena positif mengandung formalin.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Kelurga Berencana (Dinkes PPKB) Pangkalpinang Suprihatin mengonfirmasi kebenaran dokumen hasil pemeriksaan yang beredar tersebut.

"Jadi ini terkait program penanganan pencegahan potensi wabah pada situasi khusus. Misalnya dalam menghadapi natal, tahun baru. Ini dianggap situasi khusus oleh mereka," kata Suprihatin dikonfirmasi Bangka Pos, Kamis (27/12/2018). (BANGKAPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedy Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved