Fenomena Langka, Ikan Baung Kini Banyak Muncul ke Permukaan Kolong

Alhamdulillah musim hujan ini entah mengapa banyak ikan baung muncul ke permukaan kolong

Fenomena Langka, Ikan Baung Kini Banyak Muncul ke Permukaan Kolong
Bangkapos/Edwardi
Ikan baung (Mystus Nemurus sp) khas Bangka yang ditangkap pemancing ikan di kolong-kolong Kecamatan Pemali. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Musim penghujan seperti yang terjadi saat ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pemancing atau pencari ikan di kolong-kolong wilayah Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pasalnya ikan baung (Mystus Nemurus sp) khas Bangka yang dikenal liar dan sudah langka keberadaannya  saat ini banyak muncul ke permukaan air kolong.

Fenomena ini membawa berkah tersendiri bagi para pemancing ikan air tawar di daerah itu.

"Alhamdulillah musim hujan ini entah mengapa banyak ikan baung muncul ke permukaan kolong di daerah Pemali ini," kata Nadi, warga Desa Pemali yang ditemui Bangkapos.com, Jumat (29/12/2018).

Diungkapkannya saat musim panas, ikan baung ini sulit didapat dan sangat jarang terkena pancingan, apalagi terlihat berani muncul ke permukaan air kolong.

"Entah mengapa saat ini ikan baung berani muncul ke permukaan bahkan bila kita lemparkan pellet ikan ke permukaan air kolong ikan baung ini muncul ikutan makan bersama ikan-ikan nila liar yang hidup di kolong," jelasnya.

Ditambahkannya, selain terkena pancingan, ikan baung ini juga bisa ditangkap dengan waring jebakan ikan.

"Biasanya kita lemparkan umpan atau pellet ikan ke dalam warung jebakan, saat ikan nila muncul makan umpan ternyata ikan baung juga ikutan naik ke permukaan air ikut makan umpan bersama ikan nila. Setelah ikan banyak berkumpul dalam waring jebakan baru diangkat," jelasnya.

Dilanjutkannya,  ikan baung khas Bangka ini termasuk ikan air tawar bernilai jual tinggi.

"Kalau harga jual dari pemancing Rp 60.000 per kilogram, tapi kalau sudah dijual di lapak pasar Rp 70.000 per kilogram," ujarnya.

Diakuinya, meskipun berharga mahal ikan baung ini sangat laku dan diburu masyarakat Bangka.

"Pembeli tidak banyak menawar, ada barang langsung dibayar, bahkan saat ini sudah beberapa orang sudah memesan, ada yang sudah pesan 3 kilogram kalau ada barang minta langsung diantarkan ke rumahnya," tukasnya.

Terpisah pakar perikanan, Tri Rachmawati SPi MSi saat dikonfirmasi Bangkapos.com menjelaskan fenomena banyak munculnya ikan baung ke permukaan kolong-kolong di Kecamatan Pemali kemungkinan saat ini disebabkan musim kawin atau musim reproduksi ikan.

"Saat musim penghujan biasanya secara alami ikan baung terangsang untuk bereproduksi atau kawin,

biasanya mereka ke permukaan atau mencari air dangkal untuk meletakkan telur-telurnya di tanaman air atau akar-akaran kayu di permukaan kolong," jelas Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Bangka. (BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved