Jubir Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin Minta Aksi Prabowo Joget saat Natal Jangan Diributkan

Jubir Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin meminta agar keikutsertaan Prabowo Subianto dalam perayaan Natal keluarga besarnya tidak diributkan.

Jubir Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin Minta Aksi Prabowo Joget saat Natal Jangan Diributkan
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Prabowo menghadiri undangan kopdar Forum Gabungan Roda 02 (Forgab) di lapangan parkir Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Minggu (16/12/2018). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, meminta agar keikutsertaan Capres Prabowo Subianto dalam perayaan Natal keluarga besarnya tidak diributkan.

Arya mengatakan aksi Prabowo yang hingga berjoget di perayaan Natal itu adalah sebuah penanda soal kebhinekaan Indonesia.

Disampaikan Arya menanggapi video yang viral di media sosial mengenai Prabowo yang ikut berjoget dalam perayaan Natal keluarganya.

Arya berujar video viral yang menunjukkan Prabowo berjoget dan ikut perayaan Natal adalah hal wajar.

Sebab banyak anggota keluarga besar Prabowo adalah beragama Kristiani.

Baca: Prabowo Sebut Indonesia Setingkat dengan Rwanda, 5 Fakta Ini Ungkap Kondisi Rwanda Sekarang

Sejumlah media massa sudah melaporkan pernyataan keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati, yang tak membantah video Prabowo berada di perayaan Natal itu.

Video yang viral itu sendiri awalnya merupakan bagian dari pembaruan status Rahayu Saraswati. Menurut Arya, dalam keluarga kristiani, sangat wajar bila merayakan Natal pada setiap tahunnya.

"Ini juga menunjukkan bahwa inilah Indonesia, bahwa Indonesia itu memang beragam agamanya. Dan Pak Prabowo itu juga menunjukkan bahwa keberagaman itu ya seperti yang dia tunjukkan di keluarganya itu," kata Arya, Kamis (27/12).

"Jadi, tidak usah diramai-ramaikan lah untuk hal-hal yang seperti itu," tegas Arya.

Baca: Isi Surat Terbuka hingga Tanggapan Para Politisi Terkait Desakan Mundur Amien Rais dari PAN

Menurutnya, keikutsertaan Prabowo di perayaan Natal keluarganya jangan dijadikan sebagai sindiran politik. Sebab hal itu bukanlah hal luar biasa di lingkungan keluarga Kristiani.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved