Budidaya Ikan Patin, Buka Peluang Usaha Bagi Ibu Rumah Tangga

Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Kelkak Kuyang Kelurahan Bukit Ketok Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka

Budidaya Ikan Patin, Buka Peluang Usaha Bagi Ibu Rumah Tangga
Bangka Pos / Edwardi
Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Kelkak Kuyang Kelurahan Bukit Ketok Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka sedang memanen ikan patin peliharaannya 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Kelkak Kuyang Kelurahan Bukit Ketok Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka sampai saat ini berhasil memanen sebanyak 1.550 kg ikan patin dengan ukuran berat antara 0,5 sampai 0,7 kilogram per ekor.

Hal ini diungkapkan Herman Ch, Ketua Pokdakan Kelkak Kuyang anggota UPP Perikanan Budidaya dan Koperasi Mina Karya Kabupaten Bangka kepada Bangkapos.com, Minggu (30/12/2018).

"Kita menebarkan bibit sekitar 7 bulan yang lalu sebanyak 8.000 ekor benih dibagi untuk 2 kolam lebih kurang 4.000 ekor per kolam," ujarnya.

Dilanjutkannya, dengan harapan benih yang hidup menjadi besar 6.000 ekor saja dengan berat rata-rata 0,5 kg per ekor berarti bisa menghasilkan sebanyak 3 ton atau 1,5 ton ikan patin per kolam.

"Saat ini kita dengan tenaga pengelola 3 orang kebetulan masih anggota keluarga yang terpenting kita ingin memberikan semangat kepada pembudidaya ikan air tawar untuk memberi peluang berusaha," kata mantan anggota DPRD Kabupaten Bangka ini.

Dijelaskannya, hasil panen yang sudah terjual dengan sistem panen bertahap sesuai permintaan pasar lebih kurang 1550 kg.

"Mudah-mudahan stock yang tersisa diharapkan sekitar 1,5 ton lagi minimal bisa menutupi biaya produksi dan operasional pemeliharaan ikan dengan harga jual ditingkat petani Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per kilogram," jelasnya.

Diakuinya, untuk tahap awal ini tidak terlalu memikirkan keuntungan dulu, karena baru dalam tahap pembelajaran segala sesuatu dari mulai menebar benih hingga panen.

"Alhamdulillah untuk pakan atau pelet ikan, kita sudah bisa membuat sendiri dengan komposisi bahan baku yang disesuaikan dengan kondisi ikan dan yang terpenting juga pakan ikan yang kami buat sendiri ini bisa mengapung cukup lama di air," ungkapnya.

Ditambahkannya, rencana kedepan akan menebar lagi 2 jenis ikan, yaitu lele dan patin. Untuk patin ini terus dipertahankan karena sudah terbukti perkembangan hidup ikan patin cocok dengan kondisi air disini.

"Kendala yang dirasakan saat ini memang masih kesusahan dalam pemasaran hasil panen ikan dalam jumlah besar karena pedagang hanya berani membeli dalam jumlah sedikit atau panen secara bertahap karena masyarakat belum terbiasa mengkonsumsi ikan air tawar," imbuhnya.

Diharapkan kedepan pemda bisa mendukung gerakan membudayakan masyarakat makan ikan air tawar.

" Kedepan usaha budidaya ikan ini dapat membuka peluang usaha pengolahan hasil produksi ikan bagi ibu-ibu rumah tangga. Karena sudah dicoba isteri saya daging ikan patin ini bisa dibuat kelesan atau empek-empek, sambel lingkung atau abon, dan kulit ikan patin ini bisa dijadikan kerupuk. Dan alhamdulillah ini kami rasakan enak dan mantep," ungkapnya.

Ditegaskannya, untuk hasil kelesan atau empek-empek dan produk olahan lainnya dari daging ikan patin ini tidak kalah rasa dengan produk olahan dari ikan tenggiri. (BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved